Kontaminasi Silang: Ancaman Tersembunyi dalam Dapur Sehat MBG
Jakarta, 29 Nopember 2025 – Keamanan pangan merupakan fondasi utama dalam operasional setiap Sentra Pangan Pemberi Gizi (SPPG) di bawah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kontaminasi silang, sebagai salah satu titik kritis, menjadi perhatian utama yang memerlukan kewaspadaan ekstra dari setiap petugas SPPG. Kontaminasi silang adalah perpindahan bakteri berbahaya dari satu makanan ke makanan lain, atau dari permukaan yang terkontaminasi ke makanan. Proses ini seringkali tidak kasat mata, namun dampaknya dapat merugikan kesehatan penerima manfaat, terutama anak-anak yang rentan terhadap infeksi.
Mengapa Kontaminasi Silang Harus Diwaspadai?
Kontaminasi silang dapat terjadi di berbagai tahap pengolahan makanan, mulai dari penyimpanan, persiapan, hingga penyajian. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko kontaminasi silang meliputi:
- Penyimpanan yang Tidak Tepat: Menyimpan daging mentah di atas sayuran segar dalam lemari pendingin dapat menyebabkan bakteri dari daging menetes dan mencemari sayuran.
- Penggunaan Peralatan yang Sama: Menggunakan talenan atau pisau yang sama untuk memotong daging mentah dan sayuran tanpa dicuci bersih dapat memindahkan bakteri.
- Kebersihan Tangan yang Kurang: Tidak mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah memegang bahan mentah atau permukaan yang kotor dapat menyebarkan bakteri ke makanan.
- Sanitasi Dapur yang Buruk: Tidak membersihkan dan mendisinfeksi permukaan dapur secara teratur dapat menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri.
Dampak Kontaminasi Silang pada Program MBG
Kasus keracunan makanan yang terjadi dalam program MBG menjadi pengingat betapa seriusnya dampak kontaminasi silang. Selain merugikan kesehatan anak-anak, kasus keracunan juga dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap program ini. Oleh karena itu, setiap petugas SPPG harus memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan kontaminasi silang secara konsisten.
Langkah-Langkah Pencegahan Kontaminasi Silang: Implementasi dalam SPPG
Berikut adalah beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan oleh petugas SPPG untuk mencegah kontaminasi silang:
- Pemisahan Bahan Makanan:
- Simpan bahan mentah dan bahan matang secara terpisah dalam wadah tertutup dan berlabel.
- Letakkan daging mentah, unggas, dan makanan laut di rak paling bawah lemari pendingin untuk mencegah tetesan mencemari makanan lain.
- Penggunaan Peralatan yang Berbeda:
- Gunakan talenan, pisau, dan peralatan masak yang berbeda untuk bahan mentah dan bahan matang.
- Jika tidak memungkinkan, cuci dan disinfeksi peralatan setelah digunakan untuk setiap jenis bahan makanan.
- Kebersihan Tangan yang Optimal:
- Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik sebelum dan sesudah memegang makanan, serta setelah menggunakan toilet atau menyentuh permukaan yang kotor.
- Gunakan hand sanitizer berbasis alkohol jika air dan sabun tidak tersedia.
- Sanitasi Dapur yang Rutin:
- Bersihkan dan disinfeksi permukaan dapur, meja, dan peralatan secara teratur dengan larutan pembersih yang sesuai.
- Pastikan alat pembersih seperti kain lap dan spons selalu bersih dan kering.
- Pelatihan dan Sertifikasi Petugas:
- Pastikan semua petugas SPPG telah mendapatkan pelatihan tentang keamanan pangan dan sanitasi.
- Dorong petugas untuk mengikuti sertifikasi laik higiene dan sanitasi (SLHS) sebagai bukti pemenuhan standar mutu dan keamanan pangan.
- Pengawasan dan Evaluasi:
- Lakukan pengawasan rutin terhadap praktik penanganan makanan di SPPG.
- Evaluasi efektivitas langkah-langkah pencegahan kontaminasi silang dan lakukan perbaikan jika diperlukan.
menurut Handono Warih Humas Duta Petani Milenial Kabupaten Pekalongan yang memiliki latar belakang pendidikan Teknologi Pangan, perihal kontaminasi silang ini tidak bisa dianggap sepele. “Bakteri itu bentuknya sangat kecil, pergerakannya tidak kasat mata, baru setelah tertelan atau menginfeksi pencernaan manusia indikasinya secara fisiologis dapat terdeteksi. Kalau tidak menggunakan mikroskop tentunya akan sulit mengenali mana alat makan dan bahan makanan yang terkontaminasi bakteri berbahaya atau yang sudah steril”. Ujarnya.
“Kontaminasi silang adalah ancaman nyata yang dapat membahayakan keamanan pangan dalam program MBG. Dengan meningkatkan kesadaran, menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat, dan melakukan pengawasan yang ketat, kita dapat melindungi kesehatan anak-anak dan memastikan keberhasilan program ini.” Pungkasnya.
