Penutupan Latihan Terintegrasi Operasi Gerilya Kodam IV/Dip TA 2025: Asah Naluri Tempur di Karanganyar
Karanganyar – Rangkaian panjang Latihan Terintegrasi Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro materi Operasi Gerilya (Opsger) Tahun Anggaran (TA) 2025 resmi ditutup. Kolonel Inf Andi Amin Latama, S.Sos., Kabaglat Rindam IV/Dip yang bertindak sebagai Wakil Komandan Latihan (Wadanlat), memimpin acara Briefing Kaji Ulang (Penutupan) latihan yang digelar di Lapangan Raden Mas Said, Karanganyar, pada hari Jumat, 28 November 2025.
Latihan yang melibatkan berbagai satuan tempur jajaran Kodam IV/Diponegoro, termasuk prajurit dari Batalyon Infanteri 407/Padmakusuma (PK), serta personel Komponen Cadangan dan unsur pendukung ini, berpusat di daerah latihan Gunung Lawu Kompleks.

Dalam amanat Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achriuddin, S.E., M.Han., yang dibacakan oleh Wadanlat, Pangdam menyampaikan penghargaan tertinggi dan ucapan selamat kepada seluruh peserta atas keberhasilan dalam menyelesaikan seluruh fase latihan.
“Melalui latihan intensif ini, kalian telah memperoleh tambahan pengalaman, ketajaman naluri lapangan, serta peningkatan keterampilan teknis dan taktis yang sangat berharga. Penguasaan kemampuan Opsger merupakan salah satu elemen vital yang harus dimiliki prajurit Kodam IV/Dip dalam menghadapi dinamika ancaman yang bersifat asimetris, cepat berubah, dan penuh ketidakpastian.”
Kehadiran Komandan Batalyon Infanteri 407/PK (Danyonif 407/PK) dalam upacara penutupan tersebut juga menjadi simbol keberhasilan satuan Yonif 407/PK yang telah berpartisipasi dan mengaplikasikan secara nyata doktrin Operasi Gerilya di medan latihan yang berat.
Pangdam memberikan arahan tegas bahwa keberhasilan ini bukanlah titik akhir.
“Naluri tempur, disiplin tempur, serta kemampuan teknis dan taktis gerilya tidak boleh berhenti pada titik ini, kemampuan tersebut harus terus dipelihara, dibina dan ditingkatkan secara berkesinambungan,” tandasnya.

Di akhir amanat, Pangdam Mayjen TNI Achriuddin juga memberikan penekanan penting sebagai pedoman operasional pasca-latihan:
• Evaluasi Jujur dan Objektif: Laksanakan evaluasi secara cermat dan jujur terhadap seluruh rangkaian kegiatan. Setiap temuan, kekurangan, maupun catatan korektif harus dijadikan bahan pembelajaran sekaligus pedoman operasional dalam menghadapi tugas-tugas di masa depan.
• Pengecekan Menyeluruh: Laksanakan pengecekan menyeluruh terhadap personel, materiil, perlengkapan, serta seluruh sektor dari latihan untuk menjamin keamanan dan kelengkapan.
• Jaga Moral dan Koordinasi: Tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta bangun koordinasi yang baik dengan aparat pemerintah dan instansi setempat di wilayah tugas.
Drc
Jurnalis juga seorang Konsultan Pertanian.
