
Infokotaonline.com / Pekalongan, Sebanyak 137 guru dan kepala madrasah dari Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Batang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Sukses Uji Kompetensi Kenaikan Jabatan (UKKJ) Guru Tahun 2026 yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Khusus Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Dafam Pekalongan, Sabtu (17/10/2026), ini menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan para pendidik menghadapi UKKJ sekaligus meningkatkan profesionalisme dan kualitas kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama.
Mengusung tema “Meningkatkan Profesionalisme dan Kesiapan Kompetensi ASN Kemenag Pekalongan Menuju Karir yang Cemerlang”, kegiatan tersebut dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, H. Moh. Irkham, S.Ag., M.Pd.I.
Dalam sambutannya, Irkham menegaskan bahwa kenaikan jabatan tidak boleh hanya dipandang sebagai pencapaian administratif, tetapi harus menjadi momentum untuk meningkatkan kemampuan, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
“Ujikom ini bukan hanya sebatas formalitas untuk mendapatkan sertifikat atau kelayakan, tetapi merupakan sarana nyata untuk meningkatkan kemampuan kita,” tegas Irkham di hadapan para peserta.
Menurutnya, semakin tinggi jabatan yang diraih, semakin besar pula tanggung jawab profesional yang harus dijalankan.
Karena itu, guru yang memperoleh kenaikan jabatan dituntut menunjukkan kinerja yang lebih baik, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menjadi teladan bagi rekan sejawat.
Ia juga mengapresiasi langkah PGRI Cabang Khusus Kankemenag Kabupaten Pekalongan yang menyelenggarakan bimtek sebagai wadah persiapan bagi guru dan kepala madrasah sebelum mengikuti UKKJ.
Guru Dituntut Terus Meningkatkan Kompetensi
Irkham menjelaskan bahwa pelaksanaan UKKJ mengacu pada Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 21 Tahun 2024 serta Keputusan Menteri Agama Nomor 694 Tahun 2025 dan petunjuk teknis terkait.
Ia berharap para peserta tidak hanya berorientasi pada kelulusan ujian dan kenaikan jabatan, tetapi juga memiliki komitmen untuk terus belajar, mengembangkan kompetensi, serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
Selain profesionalisme, Irkham mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, pendidik memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan mempersiapkan generasi penerus bangsa.
“Simbol Kementerian Agama adalah Ikhlas Beramal, artinya bekerja semata-mata mengharapkan rida Allah SWT,” ujarnya.
Ia menyebut keberadaan 294 madrasah dan Raudhatul Athfal (RA) di Kabupaten Pekalongan menjadi bagian penting dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Pada kesempatan tersebut, Irkham turut menyampaikan bahwa anggaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) tahun 2026 telah disiapkan hingga Desember. Meski demikian, ia mengingatkan para guru agar tertib administrasi, khususnya dalam menyelesaikan pelaporan pada awal bulan supaya data pada aplikasi Simpatika dapat diproses tepat waktu.
Hadirkan Narasumber, Peserta Dibekali Simulasi CAT
Sementara itu, Ketua PGRI Cabang Khusus Kankemenag Kabupaten Pekalongan sekaligus ketua panitia, Fauzan, S.Pd., M.Pd.I., menjelaskan bahwa bimtek tersebut dirancang untuk membantu peserta memahami kisi-kisi, mekanisme, dan strategi menghadapi UKKJ 2026.

Sebanyak 137 peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari anggota PGRI Cabang Khusus Kankemenag Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Batang. Mereka merupakan guru dan kepala madrasah yang memenuhi persyaratan untuk mengajukan kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi.
Untuk memperkuat persiapan peserta, panitia menghadirkan dua narasumber, yakni Analis SDM Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, Hj. Suningsih, M.Si., serta Arifin Nur Hayadi, S.Pd., M.Pd., dari tim Smart Learning and Character Center (SLCC) PGRI Banyumas.
Materi yang diberikan meliputi kompetensi teknis, manajerial, dan sosio-kultural. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai proses pendaftaran hingga pelaksanaan UKKJ, serta mekanisme pengajuan kenaikan jenjang jabatan dan pangkat.
Pada aspek manajerial, materi mencakup integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, pengelolaan perubahan, serta pengambilan keputusan.
Sementara itu, kompetensi sosio-kultural menitikberatkan pada kemampuan menjadi perekat bangsa dan menjaga kebinekaan di tengah keberagaman masyarakat.
Agar peserta lebih siap menghadapi ujian, kegiatan juga dilengkapi pembahasan studi kasus, contoh soal Situational Judgment Test (SJT), dan simulasi Computer Assisted Test (CAT).
Melalui kegiatan ini, PGRI Cabang Khusus Kankemenag Kabupaten Pekalongan berharap para guru dan kepala madrasah semakin percaya diri menghadapi UKKJ 2026.
Lebih dari sekadar mempersiapkan kenaikan jabatan, bimtek ini diharapkan menjadi dorongan bagi para pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.
Dengan demikian, kenaikan jabatan bukan hanya menjadi pencapaian karier, tetapi juga harus dibuktikan melalui peningkatan profesionalisme dan mutu pendidikan di madrasah.
(Syaikhul A)

