infokotaonline.com
Pekalongan — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan terus mematangkan pembangunan sirkuit balap motor yang berlokasi di kawasan UMKM Center Madukaran, Kecamatan Wonopringgo. Selain ditargetkan menjadi sarana olahraga otomotif berstandar representatif, kehadiran sirkuit ini diproyeksikan mampu mendongkrak pergerakan ekonomi masyarakat setempat.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, Farid Abdul Hakim, meninjau langsung progres pembangunan tahap keempat sirkuit tersebut bersama tim penyedia jasa, konsultan, serta jajaran pengurus kabupaten olahraga otomotif. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kelayakan lintasan sekaligus mengidentifikasi titik-titik krusial yang masih memerlukan penyempurnaan.

Farid Abdul Hakim menegaskan bahwa pemantauan ini sangat penting mengingat pembangunan arena balap tersebut dilaksanakan secara bertahap. Pihaknya sengaja melibatkan penanggung jawab teknis dan pengurus cabang otomotif agar lintasan yang dihasilkan benar-benar aman serta sesuai standar.
“Jadi hari ini kita memonitor perkembangan progres tahap keempat berkenaan dengan sirkuit balap motor yang ada di Madukaran. Harapannya nanti kalau sudah mendekati sempurna, ini bisa dimanfaatkan oleh atlet-atlet khususnya Kabupaten Pekalongan ataupun pembalap motor dari luar daerah, sehingga menjadi bagian penting untuk menarik dan memperkenalkan bahwa Kabupaten Pekalongan juga mempunyai sirkuit yang standar,” kata Farid di lokasi peninjauan, Jum’at (6/11/2026).
Keberadaan sirkuit ini sengaja dirancang menyatu dengan kawasan UMKM Center Madukaran agar mampu menciptakan dampak ganda bagi perekonomian lokal.

Penyelenggaraan kejuaraan otomotif yang teragenda secara rutin dipastikan dapat menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha kecil di kawasan tersebut.
“Dipastikan pergerakan ekonomi nanti di kawasan sini bisa memberdayakan masyarakat sekitar ketika nanti ada event-event yang tentu secara kalender dari pengcap akan membuatnya. Perekonomian bagi masyarakat sekitar tentu akan berdampak secara positif,” tambah Farid.
Meski tahap keempat terus menunjukkan kemajuan, Pemkab Pekalongan mengidentifikasi sejumlah fasilitas vital yang masih harus dipenuhi pada tahap berikutnya, seperti tribun penonton dan paddock. Keberadaan paddock dinilai sangat krusial bagi para atlet dan tim mekanik untuk mempersiapkan segala perlengkapan sebelum berlaga di arena.
Menyadari penyempurnaan fasilitas tersebut memerlukan dukungan dana yang tidak sedikit, Pemkab Pekalongan menyiapkan langkah strategis melalui pengusulan anggaran daerah. Sirkuit ini dinilai bukan sekadar sarana olahraga, melainkan bagian dari program promosi daerah yang saling menunjang dengan sektor UMKM.
“Tentu menjadi bagian penting juga karena kegiatan ini bagian dari promosi daerah.
Harapannya nanti dari APBD dan Banggar juga bisa memonitor lagi kemanfaatan dari sirkuit balap motor ini yang satu paket kegiatannya dengan UMKM Center. Dengan hidupnya sirkuit ini tentu akan berdampak terhadap animo masyarakat berkenaan dengan pergerakan ekonomi di UMKM-nya,” terang Farid.
Di luar agenda kejuaraan balap, kawasan Madukaran kini juga mulai dimanfaatkan warga sekitar untuk kegiatan rekreasi dan olahraga ringan di akhir pekan maupun Jumat pagi. Farid pun mengimbau kepada generasi muda dan para pecinta otomotif untuk menyalurkan hobi mereka secara positif di sirkuit resmi ini setelah seluruh fasilitas siap beroperasi penuh.
“Tidak hanya masyarakat yang suka balap saja, tetapi khusus untuk para generasi muda, para pecinta olahraga otomotif khususnya balap motor, kalau nanti segala sesuatunya sudah bisa di-on-kan, bisa dimanfaatkan dengan harapan mereka bisa berlatih secara maksimal di sirkuit ini,” pungkasnya.
(war)
