Makasar, 19 April 2025 – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk anggota mafia beras dan kejahatan pangan lainnya. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di Makassar, Amran tidak ragu untuk memberikan ancaman keras kepada para pelaku kejahatan pangan.
“Kami kirim ke nerakanya dunia yang ingin mempermainkan nasib rakyat kecil ini,” tegas Amran. Ia mengungkapkan bahwa jaringan mafia beras di Indonesia telah mencapai 50 kelompok, dengan beberapa di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.
Tidak hanya itu, Amran juga mengakui bahwa ada pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) yang dipecat karena terbukti terlibat dalam jaringan mafia tersebut. “Kemarin, yang menarik adalah salah satu keluarga pejabat yang aku pecat, dan baru setelah aku pecat aku tahu,” sambung Amran.
Meskipun di tengah krisis pangan global, Amran menyatakan bahwa Indonesia telah mencapai kemajuan signifikan menuju swasembada beras. Ia mengklaim bahwa pertumbuhan produksi pertanian di Indonesia mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah kemerdekaan.
“Ada yang menarik capaian pertanian tertinggi selama merdeka itu lompatan produksi pertanian menjadi 16,62 persen. Ini bukan kata saya, tapi ini kata BPS,” jelas Amran.
Ia juga menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai pilar utama stabilitas nasional. “Bayangkan kalau Indonesia (harga beras) naik saja Rp20 ribu, negara ini bisa dalam keadaan terancam. Saya selalu katakan, kenapa kalau sektor pertanian bermasalah, negara juga akan bermasalah,” pungkas Amran.
Sikap tegas Amran Sulaiman dalam melawan mafia beras menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk melindungi kepentingan rakyat dan memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa swasembada pangan adalah kunci utama untuk menjaga stabilitas nasional dan keamanan negara.
Kata Kunci: Amran Sulaiman, Mafia Beras, Kejahatan Pangan, Swasembada Beras, Ketahanan Pangan, Stabilitas Nasional

Jurnalis juga seorang Konsultan Pertanian.
