Infokotaonline.com
Munich – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dinilainya gagal berperan efektif dalam menyelesaikan konflik-konflik besar dunia saat ini. Pernyataan tersebut disampaikan Rubio dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Munich pada Sabtu (14/2).
Dalam forum bergengsi yang dihadiri para diplomat dan pemimpin dunia itu, Rubio menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Donald Trump untuk memperbaiki apa yang ia sebut sebagai “kesalahan para pemimpin global di masa lalu”. Washington, kata dia, siap mengambil langkah tegas secara mandiri jika diperlukan, meski tetap mengutamakan kerja sama dengan sekutu-sekutu Eropa.
“Amerika Serikat dan Eropa ditakdirkan untuk berjalan bersama,” ujar Rubio, seperti dikutip dari Al Jazeera. Ia menekankan bahwa hubungan transatlantik bukan sekadar aliansi politik atau militer, melainkan ikatan peradaban yang telah terbangun selama berabad-abad.
Menurut Rubio, Amerika Serikat dan negara-negara Eropa merupakan bagian dari satu peradaban Barat yang disatukan oleh sejarah panjang, nilai-nilai budaya, warisan, bahasa, hingga pengorbanan para leluhur. Ia menyebut ikatan tersebut sebagai fondasi moral dan historis yang tidak dapat dipisahkan dalam menghadapi tantangan global masa kini.
Namun, di balik penegasan solidaritas Barat, Rubio menyampaikan kritik tajam terhadap efektivitas lembaga-lembaga internasional, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia menilai PBB hampir tidak memainkan peran signifikan dalam menyelesaikan berbagai krisis internasional yang tengah berlangsung.
“Dalam persoalan-persoalan paling mendesak yang kita hadapi saat ini, PBB tidak memiliki jawaban dan praktis tidak berperan apa pun,” kata Rubio. Ia secara khusus menyoroti ketidakmampuan PBB dalam merespons dan menyelesaikan perang yang berkecamuk di Gaza.
Rubio menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya reformasi menyeluruh terhadap institusi global. Meski demikian, ia mengakui bahwa PBB pada dasarnya memiliki potensi besar sebagai sarana untuk mewujudkan perdamaian dan kebaikan dunia. Akan tetapi, menurutnya, potensi itu tidak akan berarti tanpa perubahan mendasar dalam cara lembaga tersebut bekerja dan mengambil keputusan.
Pernyataan Rubio mencerminkan arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang lebih tegas dan berorientasi pada kepentingan strategis nasional, sembari tetap menempatkan aliansi Barat sebagai pilar utama. Di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks, sikap Washington ini berpotensi memengaruhi peran lembaga multilateral dan pola kerja sama internasional ke depan.
(csw)
