infokotaonline.com
Pekalongan, 21 Agustus 2026 — Pejuang 24 mendampingi sejumlah desa yang terdampak banjir rob dengan mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) agar segera memberikan perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur di wilayah terdampak.
Tiga hal utama yang menjadi perhatian Pejuang 24 adalah pembangunan rumah pompa, perbaikan jembatan yang kondisinya lebih rendah dari debit air sungai, serta pembenahan infrastruktur jalan yang saat ini mengalami kerusakan.

Ketua Pejuang 24, Silfa Hadi, mengatakan persoalan tersebut perlu menjadi perhatian serius Pemda, khususnya di desa-desa yang selama ini terdampak banjir rob, di antaranya Desa Jeruksari, Tegaldowo, dan Mulyorejo.
Mohon untuk Pemda kami minta memperhatikan tiga hal tersebut, yakni rumah pompa, jembatan, dan infrastruktur jalan. Jangan sampai desa-desa terdampak ini dianaktirikan dalam pembangunan daerah,” ujar Silfa Hadi dalam wawancara.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang memadai sangat dibutuhkan masyarakat desa terdampak untuk mengurangi dampak banjir rob sekaligus memperlancar aktivitas warga.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Julian Akbar menegaskan bahwa Pemda tidak menganaktirikan desa-desa yang terdampak banjir rob. Ia menyampaikan bahwa sejumlah kebutuhan pembangunan di wilayah tersebut telah masuk dalam program pembangunan tahun ini.

“Pemda tidak menganaktirikan desa terdampak. Pembangunan sudah masuk dalam program tahun ini dan melibatkan anggaran yang tidak sedikit,” kata Julian Akbar.
Ia menambahkan, pembangunan di wilayah terdampak akan dilakukan sesuai dengan program dan kemampuan anggaran daerah. Pemerintah daerah diharapkan terus berkoordinasi dengan masyarakat serta pihak terkait agar penanganan persoalan banjir rob dan infrastruktur dapat berjalan secara bertahap.
Pejuang 24 berharap perhatian terhadap Desa Jeruksari, Tegaldowo, dan Mulyorejo dapat diwujudkan melalui pembangunan yang konkret, terutama dalam penyediaan rumah pompa, peningkatan kualitas jembatan, dan perbaikan jalan yang rusak.
S.A.R
