PEMALANG – Calon Kepala Desa Pamutih, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Purwati, mengikuti tahapan penyampaian visi dan misi serta pengundian nomor urut calon kepala desa di Balai Desa Pamutih, Jumat (30/10/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri tim relawan, keluarga, tetangga, dan masyarakat yang datang untuk memberikan dukungan.
Dalam kesempatan tersebut, Purwati menyampaikan visi pembangunan Desa Pamutih melalui konsep “Pamutih Hebat”, yang merupakan singkatan dari Harmoni, Efektif, Berkelanjutan, Apik, dan Transparan. Visi tersebut diarahkan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang selaras dan damai, meningkatkan kualitas pelayanan, mewujudkan pembangunan berkelanjutan, menciptakan lingkungan yang nyaman dan sehat, serta mengoptimalkan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Adapun misinya meliputi menumbuhkan budaya hidup bersih dan sehat, mewujudkan masyarakat yang rukun, tenteram, aman, dan sejahtera, serta meningkatkan minat, bakat, kreativitas, dan potensi generasi muda. Selain itu, Purwati juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan melalui musyawarah dan gotong royong, sekaligus melestarikan nilai-nilai spiritual, kearifan lokal, bahasa, dan budaya masyarakat Desa Pamutih.
Purwati menjelaskan bahwa penyampaian visi dan misi tersebut merupakan bagian dari tahapan Pilkades yang sedang diikutinya. Ia menyebutkan bahwa visi dan misi yang disusun tetap mengacu pada RPJM Kabupaten.
“Untuk kegiatan hari ini, saya ada penyampaian visi dan misi serta pengambilan nomor urut untuk masing-masing calon kepala desa,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 1.300 orang. Menurutnya, penggunaan kaos dengan berbagai warna, yakni biru, hitam, dan merah, bukan untuk menunjukkan perbedaan golongan.
“Karena saya mencalonkan diri sebagai kepala desa, saya tidak membedakan dari unsur apa saja atau dari golongan apa saja. Intinya, ada warna biru, hitam, dan merah, semuanya adalah warga kami,” ungkapnya.
Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa, Purwati mengimbau masyarakat agar tetap menjaga sopan santun dan tidak saling mencemooh meskipun memiliki pilihan yang berbeda.
“Tidak usah saling mencemooh dengan pendukung yang lain. Karena di Pamutih ada dua calon, jadi kita sama-sama berjuang. Intinya, untuk Pamutih ke depan agar lebih maju,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan persaudaraan di tengah perbedaan pilihan politik. Menurutnya, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah hubungan antarmasyarakat.
Sementara itu, Irwansah selaku tim kampanye pemenangan Purwati menyampaikan bahwa timnya telah melakukan berbagai persiapan dan pengenalan kepada masyarakat. Ia menilai kedekatan Purwati dengan masyarakat menjadi salah satu hal yang memudahkan proses pengenalan tersebut.
“Sebetulnya pengenalan Bu Purwati ini sangat mudah. Beliau tidak perlu kami perkenalkan terlalu jauh, karena dedikasi, kinerja, dan kedekatan Bu Purwati dengan masyarakat sudah terjalin,” ujar Irwansah.
Irwansah juga berpesan kepada seluruh relawan dan pendukung agar tetap menjaga sikap santun, kerukunan, serta soliditas hingga pelaksanaan pemungutan suara pada 9 November 2026. Ia turut mengajak seluruh masyarakat Desa Pamutih untuk menjaga kondusivitas dan tidak menjadikan momentum Pilkades sebagai pemicu perpecahan.
“Sejatinya kita memang seduluran, kita semua ini saudara. Hanya karena ada momen ini, jangan sampai dijadikan sebagai momen perpecahan. Kita tetap seduluran dan tetap akan membangun bersama,” tuturnya.
Ia menambahkan, apabila Purwati kembali terpilih menjadi kepala desa, seluruh lapisan masyarakat diharapkan tetap dirangkul tanpa membedakan pihak yang mendukung maupun tidak. Menurutnya, kebersamaan dan keterlibatan masyarakat menjadi hal penting dalam pembangunan desa.
Menanggapi kegiatan tersebut, Irwansah menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang telah hadir dan turut mengawal jalannya kegiatan. Ia menyebut acara berlangsung dengan lancar, kompak, dan penuh kebersamaan.
Terkait nomor urut yang diharapkan, Irwansah mengungkapkan bahwa angka dua sebelumnya telah menjadi harapan bagi tim relawan. Angka tersebut dimaknai sebagai simbol harapan untuk melanjutkan kepemimpinan selama dua periode.
“Sebetulnya mendapatkan nomor satu atau dua pun tidak masalah bagi kami. Namun, kami selalu menginginkan agar mudah untuk diingat. Mengingat apa? Dua periode yang akan dilakukan dan dilanjutkan oleh Bu Purwati,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Purwati kembali mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan dan persaudaraan meskipun nantinya memiliki pilihan yang berbeda dalam Pilkades.
“Walaupun berbeda-beda dan beda pilihan, tetapi kita tetap sama, menuju Pamutih maju,” pungkasnya.

