infokotaonline.com
Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meluruskan persepsi publik mengenai alokasi dana insentif sebesar Rp1 triliun bagi pemerintah daerah (pemda) berprestasi. Ia menegaskan anggaran tersebut diberikan berdasarkan evaluasi kinerja pelayanan publik secara menyeluruh, bukan khusus untuk penilaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Nah ini, perlu kami luruskan. Pernyataan Pak Mendagri, kurang utuh dipahami oleh media dan publik. Jadi Kemendagri ini salah satu tugas utamanya adalah memastikan seluruh pemerintah daerah melaksanakan fungsi pelayanan publik dengan baik,” kata Bima Arya di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan indikator penilaian mencakup berbagai target strategis, seperti penurunan angka stunting, pengangguran, dan kemiskinan, serta kualitas layanan kesehatan, pendidikan, Program Tiga Juta Rumah, hingga pengendalian inflasi.
“Pemerintah juga memberikan apresiasi kepada daerah yang mampu mencari sumber pendanaan alternatif, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM),” ungkap Bima.
“Sejak tahun ini kami juga melakukan apresiasi kepada pemerintah daerah. Kami berikan insentif untuk memberikan tambahan anggaran untuk daerah,” jelasnya.
Terkait Program MBG, Bima menyampaikan indikator tersebut baru akan ditambahkan sebagai salah satu kriteria penilaian mulai tahun depan, dengan besaran apresiasi Rp3 miliar (juara I), Rp2 miliar (juara II), dan Rp1 miliar (juara III).
Bima menambahkan, sebanyak 270 kabupaten/kota telah menerima insentif pada gelombang pertama dan kedua Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 untuk memperkuat kemampuan keuangan daerah yang terbatas.
“Ini adalah ikhtiar dari Kementerian Dalam Negeri untuk membantu penguatan kapasitas fiskal daerah terutama yang lemah. Dengan catatan ada hal-hal yang baik dari mereka,” ungkapnya.
Mengenai mekanisme penyaluran, dana bersumber dari Kementerian Keuangan yang ditransfer langsung ke kas daerah, di mana pemda wajib mengajukan rencana penggunaan anggaran untuk mendukung program prioritas masyarakat.
“Supaya kita pastikan, tadi ya, dana miliaran ini dirasakan oleh warga,” pungkasnya.
(prf/csw)
