Infokotaonline.com
Pemerintah resmi membuka jalur afirmasi pendidikan tinggi bagi lulusan Sekolah Rakyat guna memastikan akses perguruan tinggi yang lebih merata bagi pelajar tidak mampu. Kebijakan tersebut terwujud melalui kerja sama antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dan Kementerian Sosial (Kemensos) yang menyepakati addendum nota kesepahaman terkait peningkatan pembinaan akademik dan akses berkuliah bagi alumni Sekolah Rakyat.
Langkah tersebut disampaikan melalui siaran pers, pada Selasa, 2 Desember 2025. Melalui program ini, pemerintah memastikan lulusan Sekolah Rakyat memiliki kesempatan setara untuk melanjutkan pendidikan tinggi sesuai minat dan bakat masing-masing.
“Kami akan memasangkan satu kampus sebagai pembina untuk satu hingga dua Sekolah Rakyat. Kehadiran perguruan tinggi akan memberikan motivasi, pengayaan akademik, hingga pendampingan pemilihan program studi,” ujar perwakilan Kemendiktisaintek.
Sebagai bagian dari kebijakan afirmasi, pemerintah membuka akses beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah serta fasilitas informasi akademik yang terpadu. Dengan adanya pendampingan dari perguruan tinggi, siswa diharapkan dapat memilih jurusan secara tepat dan menyelesaikan pendidikan tinggi tanpa hambatan.
“Pendampingan ini penting agar mereka tidak salah memilih jurusan dan bisa menyelesaikan studi secara optimal,” tambah Guru Besar ITB yang terlibat dalam penyusunan kebijakan tersebut.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 lokasi sejak Juli hingga Oktober 2025 dengan total lebih dari 15.000 siswa, hampir 3.000 guru, dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan.
Saat ini proses belajar mengajar masih memanfaatkan gedung milik pemerintah daerah, Kemensos, dan Kementerian Ketenagakerjaan. Pemerintah juga tengah menyiapkan pembangunan lebih dari 100 gedung sekolah permanen.
“Nota kesepahaman ini menjadi bagian dari hilirisasi sistem pendidikan Sekolah Rakyat agar lulusan, khususnya 6.000 siswa tingkat SMA, dapat melanjutkan pendidikan ke kampus atau memasuki dunia kerja sebagai tenaga terampil,” ujar Saifullah.
Kemensos mencatat 37% siswa tingkat SMA di Sekolah Rakyat menunjukkan minat pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Identifikasi minat dan bakat yang dilakukan sejak dini menjadi salah satu langkah memastikan jalur akademik maupun karier lebih tepat sasaran.
Dengan adanya jalur afirmasi ini, pemerintah berharap lahir generasi muda Indonesia yang lebih berdaya, mandiri, dan mampu mengakses pendidikan tinggi tanpa hambatan sosial maupun ekonomi.
(zun)
