YONIF 407 PADMAKUSUMA GELAR PANEN RAYA JAGUNG KETAHANAN PANGAN, HASILKAN 6,2 TON/HA MESKIPUN HADAPI CUACA EKSTREM
Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, 19 Februari 2026 – Kompi Senapan C Yonif 407 Padmakusuma berhasil melaksanakan panen raya jagung di Kebun Ketahanan Pangan seluas 1 hektare. Seremonial panen diselenggarakan pada 19 Februari 2026 dipimpin langsung oleh Ketua Persit Yonif 407 dan dihadiri oleh berbagai pihak, diantaranya; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, PPL Kementan Korwil Pekalongan, Bulog Bondansari Pekalongan, Duta Petani Milenial, Konsultan Pertanian DeRuci Agrikultur, Suplayer Jagung Maxxi Agri, dan Masyarakat Setempat.
Meskipun menghadapi hambatan cuaca ekstrem, kegiatan ini menghasilkan total 6,2 Ton Gabah Kering Basah. Produksi kali ini didukung oleh konsultan pertanian yang kompeten dari Duta Petani Milenial Kabupaten Pekalongan, dengan didukung DeRuci Agrikultur sebagai supplier nutrisi organik cair dan Maxxi Agri Indonesia sebagai supplier benih jagung.
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Ranting 4 Yonif 407 Cabang LVI Brigif 4 PD IV/Diponegoro, Melati Sisrianto, menyampaikan tanggapan positif terkait hasil panen. “Kami apresiasi kerja sama anggota, makna ketahanan pangan ini sangat positif bagi kami dan masyarakat. Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi dan gizi internal, tetapi juga sebagai media pembelajaran bagi seluruh anggota,” ujarnya.

TAHAPAN BUDAYA SAMPAI PANEN
Tanaman jagung yang ditanam pada 2 November 2025 (usia 110 hari pada saat panen) melalui serangkaian tahapan budidaya yang terencana, antara lain persiapan lahan, pengendalian gulma, pemupukan, pemeliharaan, dan pemantauan berkala. Pendukungannya datang dari konsultan dan supplier pertanian terpercaya – benih jagung berasal dari Maxxi Agri Indonesia, sedangkan nutrisi organik cair yang digunakan dalam proses pemeliharaan disediakan oleh DeRuci Agrikultur.
Dwi Jayanto, S.P. Koordinator Penyuluh Pertanian Kementan Wilayah Kabupaten Pekalongan menuturkan, pihaknya mengapresiasi hasil kerjasama lintas sektoral pada kebun ketahanan pangan di Yonif 407/PK ini. “Meski ini musim hujan dan cuaca extrem namun masih bisa menghasilkan penampilan tanaman seperti yang kita lihat kali ini. Terbilang cukup bagus performa tanaman jagung di Yonif 407 ini.”
“Kami dengar tanaman ini disupport oleh nutrisi tanaman DeRuci makanya bisa bertahan dari cuaca extrem dan bisa menghasilkan yang sebagus ini sedangkan banyak di luaran sana yang gagal panen”. Imbuh Dwi.
Pada 10 Januari 2026 (usia tanaman 70 hari), sekitar 11% lahan (1.100 m²) terkena angin kencang dengan kecepatan 45-50 km/jam, menyebabkan 85% tanaman rebah dan sebagian tongkol rusak. Tim teknis bersama dengan konsultan dari pihak supplier segera melakukan penanganan dalam 12 jam, seperti pembenaran tanaman, pembersihan tanaman patah, pemberian pupuk tambahan, dan aplikasi fungisida.
Selain itu, kondisi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi di wilayah Pekalongan berdampak pada kondisi lingkungan lahan ketahanan pangan Yonif 407 menjadi terlalu lembap. Meskipun lahan tidak terkena banjir langsung berkat drainase yang baik namun tingkat kelembaban udara yang terlalu tinggi melebihi 80 % tiap harinya selama cuaca extrem tentunya cukup mengganggu sistem fotosintesis tanaman.
Jarak tanam yang diberlakukan di lahan tersebut adalah 45x25x90 cm, namun begitu kurangnya sinar matahari cukup menjadi masalah tersendiri bagi kesuburan tanaman ditambah cuaca yang sering turun hujan sangat lebat disertai angin dirasa cukup menjadi kendala tersendiri.
HASIL PANEN DAN PELAKSANAAN

– Area Normal (8.900 m²): Hasilkan 5,9 Ton Gabah Kering Basah (rata-rata 6,63 Ton/ha)
– Area Terganggu Angin (1.100 m²): Hasilkan 0,3 Ton Gabah Kering Basah (rata-rata 2,73 Ton/ha), dengan 30% bijih tidak rata akibat gangguan pada tahap pembentukan tongkol
Setelah seremonial pemanenan dilaksanakan, selanjutnya panen dilaksanakan oleh 12 anggota Yonif 407 dibantu 25 orang tenaga profesional yang dibagi menjadi 3 tim kerja, menggunakan alat manual dan truk angkut militer. Tahapan panen meliputi pemotongan, penyortiran, pengangkutan, dan pencatatan.
Untuk pasca panen, selanjutnya tim akan melakukan pengeringan alami hingga kadar air mencapai ±14%, pemisahan bijih berdasarkan kualitas, dan penyimpanan pada wadah kedap udara. Kemudian hasil panen akan dijual ke Bulog Pekalongan sebagai bentuk kerjasama lintas sektoral, sesuai program ketahanan pangan swasembada jagung 2026 yang dicanangkan oleh pemerintah.
Untuk musim tanam berikutnya, direncanakan perbaikan jarak tanam, penanaman tanaman penahan angin, penyesuaian jadwal tanam, peningkatan hara tanah sebagai media tanam, serta penguatan kerjasama dengan DeRuci Agrikultur untuk pengembangan formula nutrisi yang lebih adaptif terhadap kondisi cuaca ekstrem.
