Pelatihan Pupuk Organik dan Multimedia Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Pertanian di Pekalongan
Pekalongan, 18 Desember 2025 – Kabupaten Pekalongan menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik cair dan multimedia bagi koordinator penyuluh pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi penyuluh dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan penyebaran informasi yang efektif.
Sofie Regita Andryanis dan Salma Nikman Faturohmah, mahasiswa dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta-Magelang, turut serta dalam pelatihan ini. Sofie menjelaskan, “Kegiatan ini sangat menyenangkan dan memberikan pengetahuan baru bagi kami. Kami belajar membuat pupuk organik dari bahan sederhana dan cara mensosialisasikannya.”
Salma menambahkan, “Sebagai mahasiswa Polbangtan, saya berharap petani di Pekalongan mulai menerapkan pemupukan organik untuk keberlanjutan lingkungan.” Mereka juga menekankan keunggulan pupuk organik berbasis mikrobakteri dalam meningkatkan mikroorganisme dan unsur hara tanah.
Wartawan TVRI Soroti Pentingnya Video Jurnalistik
Mukhtarom, wartawan TVRI yang menjadi pemateri, menekankan pentingnya kemampuan video jurnalistik bagi penyuluh pertanian. “Video jurnalistik sangat penting untuk mengemas informasi pertanian agar mudah dipahami masyarakat. Konten informasi tidak sulit dibuat, asalkan efektif,” ujarnya.
Mukhtarom berharap penyuluh segera mengaplikasikan ilmu yang didapat dengan membuat konten tentang kegiatan penyuluhan. “Dengan konten yang menarik, masyarakat akan senang mendapatkan informasi positif tentang pertanian,” tambahnya. Ia juga mendorong penyuluh untuk terus meningkatkan kemampuan dalam membuat konten yang relevan dengan perkembangan dunia informasi.
PERHIPTANI Dorong Penyuluh Siap Produksi Konten Visual
Irfauzan, S.P., Ketua DPD PERHIPTANI Kabupaten Pekalongan, menyatakan bahwa pelatihan ini adalah modal awal terkait multimedia, mengingat adanya pengalihan penyuluh ke Kementerian Pertanian. “Dalam tugas sehari-hari, penyuluh dituntut membuat video atau konten tentang kegiatan di lapangan,” katanya.
Irfauzan menekankan pentingnya publikasi kegiatan penyuluh untuk diseminasi informasi pertanian. “Kita harus membuat konten dan video agar informasi mudah diterima dan disebarkan. Dengan begitu, petani bisa lebih cepat memahami informasi terbaru dari Kementerian Pertanian,” jelasnya. Peserta pelatihan ini terdiri dari pengurus PERHIPTANI dan perwakilan dari BPP se-Kabupaten Pekalongan.
Dengan pelatihan ini, diharapkan penyuluh pertanian di Kabupaten Pekalongan semakin siap dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan menyebarkan informasi yang efektif kepada masyarakat.
Drc
Jurnalis juga seorang Konsultan Pertanian.
