Perkembangan Terkini Aceh Timur Pasca Bencana Banjir, Warga bingung sumber pendapatan
Aceh, 18 Desember 2025 – Bencana banjir bandang dan longsor yang mengguncang Desa Seumali, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur sejak tanggal 26 November 2025 telah membawa beban berat bagi warga setempat. Hingga tanggal 18 Desember 2025, beberapa aspek kondisi wilayah mulai menunjukkan perbaikan, namun pemulihan ekonomi menjadi tantangan utama yang masih menghadapi hambatan signifikan, sebagaimana dikisahkan oleh Rian, salah satu warga desa tersebut.
Setelah lebih dari dua pekan menghadapi kondisi sulit, suasana kampung kini sudah tenang dan aman. Jalanan yang awalnya tertutup lumpur telah dapat dilalui kembali, meskipun kawasan belum sepenuhnya pulih seperti sebelum bencana. Listrik telah menyala kembali pada tanggal 17 Desember, meskipun jaringan komunikasi masih belum berfungsi dengan baik.

Kondisi rumah tinggal juga menunjukkan perbaikan. Sebagian besar hunian sudah dapat dihuni kembali, meskipun tiga rumah di desa mengalami kerusakan berat hingga roboh total. Rian mengaku rumahnya sudah siap ditempati lagi, meskipun lumpur sempat masuk hingga ketinggian semata kaki—beberapa barang elektronik tidak dapat diselamatkan dan sebagian baju hanyut menjadi bagian dari kerugian yang harus ditanggung.
Sebelumnya, warga menerima bantuan logistik berupa dua bungkus Ekomie dan 14 kg beras. Meski begitu jumlah bantuan logistik menurut Rian, dirasa belum cukup untuk masa darurat yang panjang. Terlebih bantuan dapur umum dan relawan serta bantuan logistik lainnya kini telah dihentikan dari desa tersebut.
Kini masalahnya, pemulihan ekonomi di daerah tersebut berjalan dengan sangat lambat. Banyak warga termasuk Rian yang masih belum dapat kembali bekerja seperti biasa. Pertanian, yang menjadi tulang punggung mata pencaharian sebagian besar masyarakat, menghadapi kendala serius pasca terendam banjir.
Rian menuturkan kebingungan akan memulai penghidupan dari mana, semua lini pekerjaan masih terkendala. “Mau panen sawit, gudang penyimpanan hasil panen sawit masih tertutup. Mau kerja di sawah, sawah padi masih terendam air dan belum dapat diolah kembali. Mau jualan Roti bakar seperti sebelumnya, barang dan alat dagangan rusak dan hanyut. Bingung saya, cuman bisa kerja seadanya aja dulu.” Tuturnya.

Meskipun terdapat tanda-tanda pergerakan perlahan dalam aktivitas masyarakat sehari-hari, perputaran ekonomi belum dapat berjalan dengan lancar. Walaupun kondisi umum sudah mulai kembali seperti biasa, hambatan di berbagai sektor ekonomi membuat pemulihan menjadi proses yang memakan waktu. Perlunya dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah dan berbagai pihak terkait menjadi sangat penting untuk membantu warga Desa Seumali mengatasi tantangan ekonomi dan membangun kembali kehidupan mereka.
Drc
Jurnalis juga seorang Konsultan Pertanian.
