Batang – Desa Getas, Kec Bawang Kabupaten Batang siap menggelar “Suro Carnival Desa Getas” pada Sabtu, 21 Juni 2026 bertepatan 25 Suro 1959 Jawa. Acara kirab budaya ini memasuki tahun ke-9 sejak pertama kali digagas 2017.
Ketua Panitia Suro Carnival Desa Getas Fathul Mujib menyebut acara ini berawal dari inisiatif Ikatan Remaja Masjid – (IRMAS) Desa Getas. “Dulu namanya Pawai Ta’aruf. 2017 kita gagas jadi Suro Carnival biar lebih merangkul tradisi Jawa sekaligus memperingati Tahun Baru Islam”, ungkapnya.
Tema tahun ini “BERSINERGI PALING INDONESIA”. Tema ini diwujudkan lewat ikon khas Getas barongsai dan gunungan hasil bumi. “Getas punya barongsai dan gunungan hasil bumi Itu identitas kita Sinergi antara seni, budaya, dan hasil bumi warga”, jelasnya.
Kirab akan dimulai pukul 10.00 sampai selesai dari depan Mushola Al-Ikhlas Getas RT 01 A. Rute melewati Dukuh Wates dan finish di depan SD Negeri Getas 01 Total ada 9 kontingen yang akan turun 8 dari kelompok Mushola dan 1 dari kelompok Masjid. “Kostum bebas tapi sopan. Tiap RT berkreasi sesuai tema”, tambahnya.
Untuk pendanaan sendiri panitia mengandalkan 4 sumber yaitu kas IRMAS, Desa, donatur, dan iuran tiap kontingen/kelompok peserta. “Semua transparan. Iuran sifatnya untuk operasional kontingen, tidak ada paksaan. tegasnya.
Makna Suro Carnival bagi warga Getas ada 3 Memperingati hari besar Islam 1 Muharram, Melestarikan ragam tradisi dan ritual Jawa ,Wadah kirab budaya antar kampung/mushola. “Ini ajang silaturahmi warga sekaligus nguri-uri budaya leluhur biar anak muda tidak lupa jati diri”, tutupnya.
Pemdes Getas mendukung penuh acara ini. Warga dan tamu diimbau menjaga ketertiban, kebersihan, serta menghargai nilai budaya selama kirab berlangsung.

