infokotaonline.com
Pekalongan, 12 September 2026 — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pekalongan menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) untuk masa kepengurusan 2026–2031. Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus evaluasi organisasi di tingkat anak cabang dan ranting se-Kabupaten Pekalongan.
Menariknya, pelaksanaan Musancab kali ini mayoritas diikuti oleh kalangan generasi muda, termasuk Generasi Z (Gen Z). Keterlibatan generasi muda tersebut menunjukkan adanya regenerasi dan semangat baru dalam tubuh PKB Kabupaten Pekalongan.
Musancab menjadi forum penting bagi jajaran PKB untuk menerima dan mengevaluasi laporan kinerja dari masing-masing ranting dan anak cabang selama periode kepengurusan sebelumnya. Laporan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui capaian program, dinamika organisasi, serta berbagai tantangan yang dihadapi di tingkat akar rumput.

H Asip kholbihi,S.H,.M.Si.selaku Ketua PKB Kabupaten Pekalongan dalam wawancaranya mengatakan Selain sebagai forum pertanggungjawaban organisasi, Musancab juga menjadi ruang untuk menyusun langkah dan arah gerak organisasi selama periode 2026–2031. Konsolidasi antara pengurus anak cabang, ranting, serta kader diharapkan mampu memperkuat soliditas PKB hingga tingkat desa.
Dominasi generasi muda dalam kegiatan ini menjadi salah satu perhatian utama. Kehadiran kader-kader muda diharapkan dapat membawa energi baru, kreativitas, serta pendekatan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Generasi muda juga dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan organisasi. Dengan keterlibatan mereka dalam struktur dan aktivitas kepartaian, proses regenerasi kader dapat berjalan secara berkesinambungan,”Imbuhnya
Melalui Musancab 2026–2031, PKB Kabupaten Pekalongan berharap seluruh jajaran pengurus dan kader semakin solid serta mampu meningkatkan kualitas kerja organisasi. Hasil evaluasi laporan kinerja ranting dan anak cabang diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat sekaligus menghadapi berbagai agenda politik dan sosial ke depan.
Musancab tidak hanya menjadi forum pergantian atau penataan kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama untuk membangun organisasi yang lebih terbuka, progresif, dan dekat dengan masyarakat, dengan memberikan ruang yang lebih besar bagi generasi muda untuk mengambil peran.
S.A.R
