Infokotaonline.com
Pekalongan — Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat langkah menuju swasembada pangan berkelanjutan. Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan menggelar Gerakan Tanam 70.000 Hektare Optimalisasi Lahan (Oplah) secara serentak di 20 provinsi, Senin (31/8/2026).
Untuk wilayah Jawa Tengah, Kabupaten Pekalongan terpilih menjadi titik pusat pelaksanaan. Kegiatan dipusatkan di lahan persawahan Desa Sumublor, Kecamatan Sragi.
Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma),
Raden Hermawan, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mendongkrak indeks pertanaman (IP) sekaligus percepatan masa tanam nasional. Kementan mendorong para petani yang semula hanya menanam satu hingga dua kali dalam setahun (IP1 atau IP2) agar mampu meningkatkan frekuensi tanam menjadi tiga kali sembilan bulan atau setahun (IP3).
“Gerakan ini bertujuan memotivasi petani agar beralih ke pola tanam IP3 dari yang sebelumnya hanya IP1 atau IP2. Dengan optimalisasi ini, produktivitas pangan nasional dapat melonjak signifikan dari luas lahan yang sama,” ujar Hermawan saat memimpin kegiatan di Pekalongan, Senin (31/8/2026).
Selain meningkatkan frekuensi tanam, Kementan juga menargetkan percepatan jadwal tanam. Petani diimbau memajukan masa tanam agar siklus produksi berjalan lebih cepat dan efisien.
“Petani yang biasanya menanam di bulan September, kita ajukan ke Agustus. Begitu pula yang jadwalnya akhir September, kita dorong mulai di awal September,” tambah Hermawan.
Menanggapi penunjukan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyambut positif kepercayaan Kementan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, Yudhi Himawan, mengungkapkan bahwa daerahnya saat ini memiliki potensi lahan sawah efektif seluas 18.000 hektare dengan rata-rata indeks pertanaman berada di angka 2,1.
Yudhi menyoroti keberhasilan Desa Sumublor sebagai percontohan nyata dari dampak program Oplah Kementan. Desa yang dulunya hanya mampu melakukan penanaman satu kali dalam setahun tersebut kini telah berhasil mencapai IP3 di lahan seluas hampir 100 hektare.
“Ini adalah pencapaian yang luar biasa bagi wilayah kami. Kami sangat mengapresiasi dukungan dan bantuan stimulus dari Kementan,” kata Yudhi.
Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan berharap kolaborasi dan sinergi bersama pemerintah pusat dapat terus diperkuat. Langkah ini dinilai strategis tidak hanya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan para petani lokal.
(Drc)
