Sragi, Bawaslu Kabupaten Pekalongan – Demokrasi tidak hanya dipelajari melalui teori di dalam kelas. Nilai-nilai demokrasi juga perlu dipraktikkan sejak dini melalui pengalaman nyata dalam memilih pemimpin secara langsung, jujur, dan bertanggung jawab.
Semangat tersebut terlihat dalam pelaksanaan Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (Pilketos) SMA Negeri 1 Sragi periode 2026–2027, Kamis (10/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Pekalongan hadir langsung untuk melaksanakan konsolidasi demokrasi sekaligus mendorong penguatan pendidikan demokrasi di kalangan pelajar.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Mohamad Tohir, hadir di tengah pelaksanaan pesta demokrasi siswa tersebut. Menurutnya, Pilketos menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sekaligus mempersiapkan generasi muda sebagai kader pejuang demokrasi di masa mendatang.
“Pilketos ini sangat penting sekali untuk menciptakan kader-kader pejuang demokrasi,” ujar Tohir.
Ia menilai, proses pemilihan Ketua OSIS dapat menjadi gambaran sederhana atau miniatur dari proses pemilu dan pemilihan yang berlangsung dalam kehidupan demokrasi di Indonesia. Melalui pengalaman tersebut, para siswa dapat belajar memahami bagaimana sebuah proses demokrasi dijalankan sesuai dengan aturan.
“Pelaksanaan ini saya anggap sebagai sebuah miniatur dari pelaksanaan pemilu maupun pemilihan,” jelasnya.
Menurut Tohir, tantangan demokrasi ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, diperlukan generasi muda yang memiliki integritas tinggi serta memahami proses demokrasi secara baik.
“Harapan kami, anak-anak akan semakin lebih memahami proses-proses terlaksananya demokrasi atau pemilihan atau pemilu secara baik sesuai dengan regulasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Sragi, Novi Paryanti, S.Pd., menyampaikan bahwa Pilketos merupakan bagian dari rangkaian pendidikan demokrasi yang dilaksanakan di lingkungan sekolah.
Pilketos periode 2026–2027 tersebut diikuti oleh 990 siswa dan 80 guru sebagai pemilih. Pemilihan tersebut dilaksanakan untuk menentukan Ketua OSIS yang nantinya akan memimpin organisasi siswa di SMA Negeri 1 Sragi.
“Kegiatan pemilihan Ketua OSIS dilaksanakan dalam rangka untuk memilih Ketua OSIS yang nanti akan memimpin organisasi siswa intra sekolah di SMA Negeri 1 Sragi,” tutur Novi.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi dan belajar berdemokrasi sangat penting bagi perkembangan siswa. Tidak hanya untuk kepentingan mereka selama berada di lingkungan sekolah, tetapi juga sebagai bekal ketika kelak terjun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Pendidikan organisasi sangat penting untuk anak-anak berkembang, kelak untuk mereka bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya.
Novi berharap proses Pilketos dapat menghasilkan sosok pemimpin yang mampu menjalankan amanah dan membawa organisasi siswa menjadi lebih baik.
“Semoga apa yang menjadi harapan SMA Negeri 1 Sragi, terpilih pemimpin yang amanah, disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas, dapat tercapai,” harapnya.
Kehadiran Bawaslu Kabupaten Pekalongan dalam Pilketos SMA Negeri 1 Sragi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem demokrasi yang sehat sejak lingkungan pendidikan. Sekolah menjadi ruang strategis untuk mengenalkan demokrasi bukan sekadar sebagai konsep, melainkan sebagai nilai dan praktik yang harus dijalankan dengan integritas, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap aturan.
Dari ruang kelas dan lingkungan sekolah, demokrasi ditanamkan. Dari pengalaman memilih dan dipilih, generasi muda belajar tentang kepemimpinan, partisipasi, integritas, serta tanggung jawab.
Karena demokrasi yang kuat membutuhkan generasi yang memahami dan mempraktikkannya sejak dini.

