Infokotaonline.com
Jakarta — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat respons sangat positif dan dinantikan keberlanjutannya oleh masyarakat di wilayah Indonesia Timur.
Tingginya kebutuhan warga di daerah tersebut dinilai linier dengan masih tingginya angka kerentanan pangan serta stunting.
Pernyataan tersebut disampaikan Wamentan Saleh saat menghadiri forum Rembuk Nasional Pemuda ke-III di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Saleh membeberkan, data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menunjukkan sebanyak 7 hingga 16 persen warga negara Indonesia masih berada dalam kategori rentan kelaparan. Selain itu, tingkat keterpaparan stunting nasional tercatat mencapai angka 21,5 persen.
Realitas Stunting di Daerah
Menurut Saleh, persoalan kerentanan gizi mungkin tidak terlalu menonjol bagi masyarakat di kawasan perkotaan seperti Jakarta. Namun, pemandangan kontras terlihat jelas saat meninjau langsung kondisi lapangan di berbagai kawasan Indonesia Timur, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Papua.
“Kalau kita di daerah, NTT atau Papua, turun ke bawah, kita akan merasakan bagaimana anak-anak bayi itu stunting, kekurangan gizi, dan sangat-sangat memprihatinkan,” ujar pria kelahiran Ternate, Maluku Utara tersebut.
Kondisi riil inilah yang melandasi tingginya penerimaan warga terhadap kehadiran program intervensi gizi dari pemerintah.
Aspirasi Warga di Pelosok
Berdasarkan dialog langsung dengan masyarakat di daerah asalnya, meliputi wilayah Ternate dan Halmahera, Saleh mendapati aspirasi kuat agar program MBG terus diperluas dan tidak dihentikan.
“Masyarakat di daerah saya, seperti Ternate dan Halmahera, Maluku Utara, justru meminta agar program MBG tidak dihentikan. Itu yang saya ketahui setelah menanyakan langsung kepada warga,” tegas Wamentan.
Ia menilai tingginya dorongan dari masyarakat Indonesia Timur ini menjadi gambaran nyata betapa program pemenuhan gizi dasar masih sangat dibutuhkan untuk menekan angka tengkes dan kelaparan di kawasan pelosok tanah air.
(Rs/csw)
