Infokotaonline.com, Madhya Pradesh, India, 6 Juli 2025 — Sebuah jalan layang atau flyover dengan tikungan ekstrem 90 derajat di Negara Bagian Madhya Pradesh, India, tengah menjadi perbincangan hangat warganet dan memicu keprihatinan publik. Flyover tersebut viral di media sosial karena desainnya yang dianggap berbahaya dan tidak masuk akal dari segi rekayasa lalu lintas.
Dilansir India Today, pemerintah setempat merespons cepat dengan mengambil langkah tegas: delapan insinyur yang terlibat dalam proyek tersebut langsung diberhentikan sementara. Tindakan ini dilakukan sambil menunggu hasil investigasi menyeluruh terhadap kejanggalan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jalan layang tersebut.
Jalan layang tersebut dibangun di Kota Chhindwara, dan secara kasat mata terlihat memiliki sudut tajam hampir 90 derajat di tikungan ujungnya. Desain tersebut menimbulkan kekhawatiran tinggi soal keselamatan pengendara yang melintas, terutama kendaraan besar seperti truk dan bus.
Pejabat senior Departemen Pekerjaan Umum Madhya Pradesh menyebut bahwa proyek itu merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur strategis di kawasan tersebut. Namun, desain jalan yang tidak biasa itu membuat proyek ini menjadi bahan olok-olok sekaligus kritik tajam dari masyarakat. Banyak pengguna media sosial mempertanyakan bagaimana proyek sebesar ini bisa lolos dari tahap perencanaan tanpa koreksi teknis.
“Bagaimana mungkin jalan layang dengan tikungan 90 derajat bisa disetujui dan dibangun?” tulis salah satu pengguna X (Twitter) dalam unggahannya yang telah dilihat lebih dari 2 juta kali. Warganet lain bahkan menyebut flyover itu sebagai “jalan maut” yang mengancam nyawa.

Kementerian Pekerjaan Umum Madhya Pradesh menyatakan, saat ini pihaknya telah membentuk tim audit independen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek. Investigasi akan mencakup peninjauan ulang blueprint, pengawasan konstruksi, serta uji kelayakan lalu lintas.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Jika ditemukan kelalaian atau pelanggaran prosedur, sanksi akan dijatuhkan sesuai hukum,” ujar salah satu pejabat pemerintah negara bagian.
Sementara itu, delapan insinyur yang diberhentikan sementara berasal dari berbagai unit teknik dan konsultan proyek. Mereka saat ini dalam proses pemeriksaan internal dan diminta untuk memberikan laporan pertanggungjawaban atas keputusan desain tersebut.
Kasus flyover Chhindwara ini menjadi cerminan betapa pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proyek-proyek infrastruktur publik. Apalagi, jalan layang tersebut menggunakan anggaran pemerintah yang nilainya mencapai puluhan crore rupee atau setara miliaran rupiah.
Pakar transportasi dan tata kota di India menyayangkan kejadian ini. Mereka menilai perlu adanya pembaruan sistem pengawasan proyek serta peningkatan kapasitas insinyur dalam merancang infrastruktur aman dan efisien.
(csw)
