Infokotaonline.com
Pariaman — Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyalurkan 2,36 ton beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk warga terdampak banjir di Kota Pariaman, Sumatera Barat. Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan cepat pascabencana alam yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Penyaluran bantuan dilakukan di Kantor Kecamatan Pariaman Selatan dan diberikan kepada 675 jiwa terdampak sesuai dengan data usulan pemerintah daerah. Banjir yang menerjang Kota Pariaman berdampak pada empat kecamatan, yaitu Pariaman Tengah, Pariaman Selatan, Pariaman Utara, dan Pariaman Timur.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan bantuan ini setelah galodo melanda daerah kami,” ujar Aniyah, salah satu warga penerima bantuan, Jumat (5/12/2025). Ia menceritakan aktivitas rumah tangga terganggu karena banjir merendam dapur dan memutus akses bahan pangan.
Bencana banjir di Pariaman turut merusak lahan pertanian dan fasilitas umum. Dari total 1.627 hektare lahan pertanian, sekitar 1.200 hektare dilaporkan mengalami kerusakan akibat rendaman banjir. Selain itu, kerugian infrastruktur ditaksir mencapai Rp131 miliar, mencakup sarana pendidikan, rumah ibadah, pariwisata, hingga fasilitas layanan publik.
Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, menegaskan bahwa pemberian bantuan merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat saat bencana.
“Kami hadir menyerahkan bantuan beras dari Cadangan Pangan Pemerintah yang diperuntukkan khusus bagi korban bencana. Bila masih terdapat masyarakat yang belum terakomodasi, pemerintah daerah dapat mengajukan kembali melalui pemerintah provinsi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen memastikan pasokan pangan tetap tersedia hingga kondisi warga dinyatakan pulih.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Pariaman sekaligus Ex Officio Kepala BPBD, Afrizal Azhar, menyampaikan bahwa kebutuhan total bantuan beras di wilayah terdampak mencapai sekitar 26 ton. Pemenuhan bantuan akan dilakukan secara bertahap dengan koordinasi pemerintah pusat.
“Kami mengapresiasi Bapanas atas bantuan 2,3 ton beras ini. Pemerintah Kota Pariaman akan terus bersinergi agar kebutuhan pangan masyarakat terdampak dapat dipenuhi,” ujar Afrizal.
Bagi warga terdampak, seperti Aniyah, bantuan ini tidak hanya berupa bahan pangan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bahwa mereka tidak menghadapi bencana sendirian. Pemerintah memastikan distribusi bantuan pangan berlanjut hingga pemulihan menyeluruh selesai.
(sup)
