Infokotaonline.com
Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Minggu, Sabtu (28/3/2026), untuk memastikan ketersediaan bahan pangan serta memantau stabilitas harga pasca-Idulfitri.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah memastikan stok kebutuhan pokok masih dalam kondisi aman dan mencukupi. Meski aktivitas pasar belum sepenuhnya pulih—dengan sekitar 60 hingga 70 persen pedagang yang kembali beroperasi—ketersediaan komoditas utama seperti beras, ayam, telur, dan sayur-sayuran dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Persediaan banyak, beras ada, ayam banyak, telur juga cukup, sayur-sayuran tersedia. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Zulkifli Hasan saat meninjau langsung kondisi pasar.
Namun di tengah stabilitas pasokan pangan, Zulhas menerima keluhan serius dari para pedagang terkait lonjakan harga plastik kemasan. Menurutnya, kenaikan tersebut terjadi secara signifikan dan dirasakan hampir oleh seluruh pedagang.
“Ini bukan sekadar naik, tapi melonjak. Hampir semua pedagang mengeluhkan hal yang sama, harga plastik naiknya tidak kira-kira,” tegasnya.
Zulhas menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik diduga dipicu oleh meningkatnya harga bahan baku yang berkaitan dengan bahan bakar minyak (BBM), yang terdampak situasi geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah. Plastik sendiri merupakan produk turunan dari minyak bumi, sehingga fluktuasi harga energi sangat berpengaruh terhadap biaya produksinya.
Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah berencana segera menggelar pembahasan khusus dengan para pemangku kepentingan terkait guna mencari solusi atas lonjakan harga tersebut.
“Kita akan undang pihak-pihak terkait untuk membahas ini. Karena kenaikan bahan bakunya memang luar biasa, jadi perlu dicari jalan keluarnya,” tambahnya.
Salah satu pedagang di Pasar Minggu, Gemi, mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik sudah terjadi beberapa hari menjelang Lebaran. Ia menyebut harga plastik berbagai ukuran naik hingga Rp6.000 per pak.
“Sebelumnya sekitar Rp17.000, sekarang jadi Rp23.000 per pack. Naiknya besar, bukan seribu dua ribu, tapi sampai lima sampai enam ribu,” kata Gemi.
Kenaikan tersebut berdampak langsung pada biaya operasional pedagang. Modal yang harus dikeluarkan meningkat, sementara margin keuntungan justru semakin tergerus.
“Biasanya belanja plastik paling Rp60 ribu sampai Rp70 ribu, sekarang bisa lebih dari Rp100 ribu. Otomatis keuntungan jadi makin kecil,” keluhnya.
Di sisi lain, Zulhas juga mencatat adanya variasi harga pada sejumlah komoditas pangan. Harga telur relatif stabil, daging ayam mengalami kenaikan tipis, sementara cabai merah keriting justru mengalami penurunan. Namun, cabai rawit merah atau yang sering disebut “cabai setan” mengalami kenaikan harga.
Meski terdapat fluktuasi harga pada beberapa komoditas, pemerintah menilai kondisi pasar secara umum masih terkendali.
(csw)
