Infokotaonline.com
Pekalongan — Penurunan debit air irigasi yang makin parah memicu langkah cepat Duta Petani Milenial (DPM) dan DPRD Kabupaten Pekalongan. Kedua pihak bersepakat membentuk Ficus Nursery Center sebagai solusi strategis memulihkan sumber mata air serta menanggulangi krisis air pertanian di wilayah tersebut.
Kesepakatan itu mengemuka dalam audiensi penguatan sinergi ketahanan pangan dan konservasi lingkungan di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan, Kamis (6/8/2026).
Ketua DPM Kabupaten Pekalongan, Handono Warih, mengungkapkan bahwa penurunan debit air irigasi saat ini telah mencapai 30 hingga 50 persen. Kondisi tersebut memaksa petani menerapkan sistem gilir air antarkecamatan agar lahan pertanian tetap teraliri.
“Sekarang pertanian memang mengalami kekurangan air. Debit air yang ada harus dibagi, misalnya siang untuk wilayah Wonopringgo, malam untuk wilayah Bojong. Hampir semua saluran irigasi mengalami penurunan debit,” ujar Handono usai kegiatan.
Sebagai langkah konkret, program Ficus Nursery Center akan dipusatkan di lingkungan Dinas Perkim LH Kabupaten Pekalongan untuk pembibitan pohon ficus secara masif. Pohon hutan endemik ini dinilai efektif mengikat air tanah sekaligus mencegah risiko longsor dan banjir di kawasan hulu.
“Alhamdulillah, semua pihak mendukung upaya konservasi. Jumlah tanaman ficus di Kabupaten Pekalongan masih sangat kurang, sehingga perlu ditanam lebih masif, terutama di kawasan hulu yang mengalami penggundulan hutan,” lanjut Handono.
Selain krisis air, Handono juga mendesak agar pemerintah daerah melibatkan generasi muda secara aktif dalam perumusan kebijakan pertanian daerah.
“Kami merasa masih kurang dilibatkan dalam penyusunan kebijakan daerah. Padahal Duta Petani Milenial merupakan bagian dari upaya regenerasi petani sekaligus duta kampanye keberlanjutan pertanian pangan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, menyambut positif inisiatif para petani muda dan berkomitmen mengawal dukungan penganggaran untuk pemulihan lingkungan serta regenerasi petani.
“Anak-anak muda harus dibangkitkan menjadi petani karena petani itu pekerjaan yang mulia dan bisa membuat orang sejahtera. Kalau pertanian menjadi andalan, maka daya dukung lingkungannya juga harus sejalan,” pangkas Munir.
Sebagai tindak lanjut, DPRD menginstruksikan dinas teknis terkait untuk segera bergerak. Dinas pengairan diminta memastikan kelancaran irigasi, sementara Dinas Perkim LH ditugaskan menata lingkungan hulu agar pasokan air tetap stabil sepanjang tahun.
(war)
