Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Dinkop UKM Naker Fokuskan Pengembangan UKM Kuliner Lokal dan Diversifikasi Pangan
PEKALONGAN, 9 Januari 2026 – Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja (Dinkop UKM Naker) Kabupaten Pekalongan berfokus pada pemberdayaan pelaku UKM Kuliner lokal dalam rangka memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendukung sektor pariwisata. Sebagai bagian dari program ini, sejak 23 November 2025 dinas bekerja sama dengan Kooperasi APIK menggelar Bazar Kuliner Legendaris, yang disingkat BAKUL LARIS, digelar setiap Jumat dan Minggu di komplek UMKM Center (dekat sirkuit balap Kedungwuni).
BAKUL LARIS! Bazar Kuliner Legendaris Hidupkan Kuliner Langka dan Dorong Ekonomi Lokal
Roufah Ainani Stianingrum, S.PT., M.P., Kabid UMKM di Dinas Kooperasi UKM dan Naker Kabupaten Pekalongan, menjelaskan bahwa ide kegiatan ini berasal dari pelaku usaha yang pernah berjualan di acara pariwisata Rindu Semilir. “Kita ingin menghidupkan lagi dan melestarikan kuliner-kuliner di Kabupaten Pekalongan yang saat ini sudah langka. Seperti botok, keong, kuban botok, pecel, aneka bubur, sego, blendung jagung dan lain-lain jajanan jadul yang kini susah ditemukan,” ujarnya.
Para pelaku UKM Kuliner yang dibina oleh dinas mendapatkan arahan terkait pemanfaatan gedung UMKM Center serta strategi pemasaran yang efektif. Selain itu, dinas juga memberikan penguatan edukasi kepada publik mengenai eksistensi serta pentingnya diversifikasi pangan lokal. Pasar Jajan Jadul yang menyajikan menu pangan lokal Pekalongan yang menjadi salah satu wadah program ini beroperasi pada hari Jumat dan Minggu mulai dari pagi hingga tengah hari, dengan harga produk yang terjangkau sekitar Rp10.000 per porsi.

Beberapa poin strategis menjadi fokus pengembangan UKM Kuliner lokal tersebut:
– Point Internal: Menampilkan keragaman dan kekayaan menu pangan lokal serta jajanan jadul; menetapkan harga terjangkau.
– Point External: Pedagang ditempatkan pada ruang usaha ruko; foodcourt yang sebelumnya tidak beroperasi dijalankan kembali; warung di luar bangunan utama ditertibkan; anggota binaan dinas difasilitasi dan dikelola manajemennya oleh pihak dinas.
Menurut Roufah, kluster kuliner ini lebih aktif dan interaktif karena banyak diisi oleh emak-emak, bahkan kegiatan BAKUL LARIS! sendiri merupakan inisiatif dari mereka. “Mereka adalah pelopor yang mengadakan kegiatan yang tertata dengan kelembagaan yang sudah matang. Kami baru saja mengadakan rapat evaluasi untuk menyusun sistem berjualan, menyelesaikan masalah, dan mengantisipasi tantangan ke depan,” jelasnya.

Omset para pedagang menunjukkan tren peningkatan
Omset para pedagang menunjukkan tren peningkatan dan kini telah stabil pada angka yang diharapkan – sesuai dengan nama yang diberikan. Sebagai langkah lanjutan, kuliner berat akan dibuka secara harian di lokasi foodcourt, sementara kuliner jajanan tetap beroperasi sesuai jadwal bazar. Hampir semua produk menggunakan bahan baku lokal seperti singkong untuk getuk, serta blendung jagung dan keong dari hasil alam sekitar, yang menjadi bagian dari upaya memperkuat mata rantai ekonomi lokal.
Dukungan dari konten kreator membuat BAKUL LARIS! dikenal luas tanpa biaya promosi, dengan view mencapai hampir 200.000 di berbagai media sosial seperti Facebook dan TikTok. Selain pengunjung lokal dan pengunjung sirkuit, banyak juga yang datang dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, dan Solo setelah melihat informasi melalui media sosial.
“Kita ingin mengedukasi generasi muda agar tetap bisa berkreasi dengan makanan kekinian, namun tidak melupakan bahwa kita punya kekayaan alam dan kuliner lokal yang ada,” tutup Roufah.
Drc
