Banjir luapan sungai sengkarang ratusan warga diungsikan, Bupati Pekalongan diminta meninjau lokasi
Pekalongan, 24 Januari 2026 – Setelah diguyur hujan lebat merata selama sehari penuh, di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan, dampak turunan dari tingginya debit air hujan di sungai membuat sungai sengkarang meluap. (23/01/2026).
Kemudian, Musibah meluapnya sungai sengkarang melanda beberapa desa yang dilalui sungai tersebut. Diantaranya desa Galangpengampon pada sore hari, air sungai merendam desa tersebut dengan cepat. Sedikitnya 100 rumah terdampak dan 10 KK diungsikan ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu. Seperti disampaikan Fatichul Amin salah satu Ketua RT setempat.
Tak selang waktu lama, tanggul penahan luapan air sungai atau bantaran sungai sengkarang di desa tegaldowo dikabarkan jebol pada bagian cukup rendah mendekati badan jalan. Otomatis sulitnya penanganan kebocoran tersebut membawa musibah berikutnya.
Sejumlah warga melaporkan kepada BPBD setempat, adanya aliran air yang bocor dari sungai sengkarang mulai memasuki pemukiman. Menurut keterangan Mandor, salah seorang warga Tegaldowo, tanggul bantaran sungai tersebut jebol dan sulit ditangani. Ia pun meminta bantuan kepada tim SAR.
Namun, upaya menambal kebocoran bantaran sungai itu gagal hingga petang menjelang. Hingga keputusan evakuasi diambil secara mandiri oleh masyarakat setempat melalui keputusan petugas posko tanggap darurat desa Tegaldowo.
Seiring jebolnya tanggul di Tegaldowo, air di beberapa titik sepanjang bantaran sungai desa Karangjompo hingga Mulyorejo juga turut melimpah tumpah mengalir masuk ke pemukiman warga.
Warga Mulyorejo Mengharap Bupati Tinjau Lokasi

Pukul 18:00 WIB, Saniya, Koordinator Posko Tanggap Darurat desa Mulyorejo memutuskan untuk mengevakuasi seluruh warga desa Mulyorejo. “Melihat informasi di berbagai media dan WA grup dan dari asesmen di lapangan, kami memutuskan untuk mengamankan warga dengan evakuasi mandiri.” Ujarnya.
“Kami mengungsikan hingga pukul 01:00 WIB warga yang terdampak parah dan rumahnya berpotensi terendam air luapan sungai juga rob. Tentunya tidak mudah, kami harus memberi pemahaman akan potensi bahaya yang akan terjadi, baru mereka memahami dan bersedia diungsikan.” Imbuhnya.
Saniya kemudian menghubungi tim SAR di Posko Wiradesa dan tak selang lama petugas evakuasi menurunkan perahu karet untuk mengangkut warga dari rumah-rumah yang sudah terendam air bah.
Pihak aparat kepolisian membenarkan kejadian tersebut, dan langsung mendatangi lokasi-lokasi yang terdampak banjir luapan air sungai. Dengan menggunakan kendaraan dinas truk dan mobil emergency, petugas dari TNI, Polri, BPBD, PMI, dan lainnya segera mengevakuasi warga ke pos pos pengungsian diantaranya Pokso pengungsian Kopindo yang tak jauh dari wilayah terdampak bencana.
Ratusan orang kini telah diungsikan dan mendapatkan pelayanan kebencanaan oleh petugas gabungan. Warga berharap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersedia mendatangi lokasi terdampak banjir agar mengetahui secara pasti dampak yang ditimbulkan.
