Evakuasi Warga Mulyorejo Terus Berlanjut, Warga Yang Bertahan Akhirnya Menyerah
Pekalongan, 24 Januari 2026 -Seiring jebolnya tanggul sungai Sengkarang di Tegaldowo, air di beberapa titik sepanjang bantaran sungai desa Karangjompo hingga Mulyorejo juga turut melimpah tumpah mengalir masuk ke pemukiman warga.

Pada pagi hari ini (24/01), proses evakuasi di Desa Mulyorejo yang semalam dihentikan sementara hingga pukul 01.00 WIB kembali dilanjutkan. Dari hasil pantauan lokasi, air banjir masih menggenangi sebagian besar pemukiman dengan ketinggian yang cukup mengganggu aktivitas. Warga membawa barang bawaan penting seperti bungkusan pakaian dan persediaan makanan sambil mengantri menunggu moda transportasi evakuasi, baik dari tim SAR maupun kendaraan militer yang telah disediakan dari Kodim 0710 Wijayakusuma Pekalongan.

Beberapa warga terlihat menggunakan jas hujan untuk melindungi diri dari tetesan hujan yang masih mengguyur secara intermiten. Tim penangan darurat juga telah menyediakan posko sementara di lokasi dekat bantaran sungai, dengan menggunakan tenda biru yang difungsikan untuk nenerima dan mengatur pendistribusian bantuan atau sebagai tempat penampungan sementara sebelum warga dibawa ke lokasi pengungsian yang lebih aman.
Saat ini, ratusan warga Desa Mulyorejo telah dan masih dalam proses diungsikan. Beberapa elemen masyarakat lokal dan relawan juga turut membantu proses evakuasi, baik dengan membimbing jalur aman maupun membantu membawa barang milik warga terdampak.
Seiring dengan berkembangnya situasi, Bupati Pekalongan dikabarkan pagi ini langsung meninjau lokasi terdampak banjir untuk mengevaluasi kondisi lapangan dan memastikan penanganan bencana dan penyaluran bantuan berjalan dengan lancar.
Saniya, Koordinator Posko : Saya tidak mau ngurusi yang ngga mau diurus!

Saniya, Koordinator Posko Tanggap Darurat Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan menuturkan, “Sudah saya umumkan dari kemarin, malam hari juga sudah saya ajak untuk mengungsi, masih saja ada yang ngeyel. Yasudah saya tinggal dalam proses evakuasi semalam. Padahal sudah kami tunggu sampai jam 01.00 WIB, saya dengar dari tim SAR yang menerobos banjir, warga yang tersisa tidak mau mengungsi.”
“Pagi ini saya dengar warga pada minta diungsikan, saya bilang ini terakhir, besok-besok ngga mau saya ngurusi evakuasi. Karena kami dan petugas gabungan sudah menjalankan evakuasi sesuai prosedur tanggap darurat.” Imbuhnya.

“Siang ini bantuan masih berdatangan kami tetap amanah dan menyalurkan bantuan sesuai aturan yang berlaku. Kami berharap warga terdampak bisa bekerjasama dengan petugas agar semua aman dan selamat.” Pungkasnya.
Di sisi lain, salah seorang warga yang awalnya enggan mengungsi, tiba-tiba pada pagi hari meminta bantuan tim SAR dengan menghubungi redaksi infokota. Kebetulan salah satu wartawan infokota sedang berada di posko kebencanaan daerah di ex kantor kecamatan Wiradesa dan langsung disambungkan dengan tim manajemen BPBD Kabupaten Pekalongan. Warga tersebut akhirnya diungsikan ke tempat yang telah ditentukan oleh Pemda Kabupaten Pekalongan.
Drc
