PEKALONGAN– Paguyuban Barisan Rakyat Kedungwuni Damai atau Barakuda resmi dikukuhkan dalam sebuah acara yang digelar di Aula Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (1/8/2026) malam. Pengukuhan ini menjadi langkah penyatuan kekuatan berbagai elemen masyarakat demi terciptanya suasana wilayah yang aman, tertib, dan sejahtera.
Kegiatan dihadiri sekitar 140 orang anggota, di samping dihadiri pula Camat Kedungwuni Bambang Dwi Yuswanto, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir, Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Fatkhiana Dewi serta perwakilan dari Satpol-PP dan Polres Pekalongan.
Ketua Umum Paguyuban Barakuda, Nunung Dwi Nugroho, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk deklarasi resmi keberadaan organisasi. Ia berharap ke depannya Barakuda senantiasa tumbuh membawa hal-hal yang baik dan mendapat dukungan luas dari masyarakat.
“Harapan kami, masyarakat mau ikut membantu maupun memberikan masukan supaya kami bisa menjalankan tugas yang diamanahkan dengan baik. Ke depannya, mengingat masih bulan Agustus, agenda awal kita akan mengadakan berbagai perlombaan untuk anak-anak. Pesan saya kepada seluruh anggota: tetaplah bersatu padu dan pegang teguh Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga yang telah disepakati,” ujar Nunung.
Sementara itu, Camat Kedungwuni Bambang Dwi Yuswanto menyambut positif terbentuknya wadah ini. Menurutnya, selama ini kehadiran warga yang tergabung dalam Barakuda sudah terlihat nyata kontribusinya bersama pemerintah kecamatan.
“Semoga pengukuhan ini semakin menyemangati rekan-rekan Barakuda untuk berkontribusi memberikan yang terbaik demi menciptakan suasana damai dan kondusif di Kedungwuni. Alhamdulillah sejauh ini sudah sangat terlihat perannya, mulai dari kegiatan menambal jalan rusak, membantu penertiban pedagang, hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya, semuanya berjalan sangat bersinergi dengan kita,” paparnya.

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir yang turut hadir menilai, Barakuda adalah wadah persatuan para aktivis dari beragam kelompok dan lapisan masyarakat yang memiliki tujuan luhur yang sama.
“Ini adalah pertemuan para aktivis Kedungwuni dari berbagai latar belakang, yang bersatu dalam satu kekuatan dengan niat membangun Kabupaten Pekalongan, khususnya Kedungwuni, agar damai, sejahtera, indah, dan bersih. Pesan saya: jagalah nama baik organisasi, berjuanglah dengan ikhlas demi persatuan masyarakat, dan satu hal yang paling penting—jangan pernah menjadi preman. Kita sepakat ya, hal itu tidak boleh terjadi,” tegas Abdul Munir menutup pernyataannya.

