PEKALONGAN, – Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Desa Linggo Asri, Kecamatan Kajen, menggelar pelatihan pengolahan pangan lokal dan teknik pengemasan guna menciptakan produk unggul dan berdaya saing tinggi. Kegiatan berlangsung di Kebun Edukasi Selaras Alam KWT Linggo Asri, Rabu (30/7/2026). Kegiatan Pelatihan Olahan Pangan Lokal sepenuhnya digagas dan dilaksanakan oleh KWT Desa Linggo Asri atas dukungan dana dari CSR PLN Pekalongan.
Dalam pelaksanaannya, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) hadir sebagai narasumber utama. Turut mendampingi berlangsungnya kegiatan ini adalah BPP Kecamatan Kajen, Pemerintah Desa Linggo Asri, serta mahasiswa peserta KKN dari Universitas Gadjah Mada.
Menu pelatihan olahan pangan lokal meliputi Keripik Pisang Matcha, Bolu Talas, dan Keripik Terong.

Ketua II IPEMI, Riana, menjelaskan pemilihan jenis olahan pangan ini disesuaikan dengan potensi melimpah yang dimiliki desa.
“Kami melihat hasil panen pisang dan terong di sini sangat berlimpah, namun sayangnya belum banyak diolah agar memiliki nilai tambah dan daya tarik lebih tinggi. Karena itulah materi yang kami siapkan sangat pas dengan kebutuhan warga,” jelas Riana.
Susunan penyampaian materi berjalan berurutan: materi pertama dijelaskan lengkap mengenai cara mengolah pangan lokal hingga strategi pengemasan yang menarik untuk meningkatkan daya saing produk disampaikan langsung oleh Isnah karimah, S.Bns., M.M. selalu Ketua Divisi UMKM IPEMI. Selanjutnya Riana menyampaikan penjelasan mengenai profil organisasi IPEMI, visi serta misi IPEMI, yang bertujuan untuk memberdayakan pengusaha perempuan di kabupaten Pekalongan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan praktik langsung cara membuat olahan pangan lokal yang dipandu oleh Ibu Indah.
“Kami sampaikan juga bagaimana keberadaan IPEMI bisa menjadi mitra pendampingan jangka panjang bagi usaha ibu-ibu di sini. Harapannya ilmu yang diterima hari ini bukan hanya berhenti di pelatihan, tapi terus berkembang menjadi usaha yang nyata dan berdampak bagi peningkatan ekonomi desa. IPEMI siap selalu berkolaborasi untuk memberikan berbagai pelatihan bukan hanya pangan lokal tetap juga produk kerajinan dan lainnya” ungkap Riana.
“Besar harapan kami dengan pelatihan ini bisa meningkatkan keahlian kelompok wanita Tani Linggo Asri dan menghasilkan produk oleh-oleh khas desa untuk mendukung potensi pariwisata yang ada di Linggo Asri. Rencana ke depan, KWT akan membangun toko oleh-oleh sebagai wadah bagi penjualan dan pemasaran hasil produk karya bersama KWT Linggo Asri dan kami siap berkolaborasi dalam mengembangkan potensi desa Linggo Asri melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan usaha” tambah Isnah Karimah.


