PEKALONGAN, – Pemerintah Kabupaten Pekalongan memperkuat konsolidasi pembinaan olahraga menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan prestasi atlet sekaligus memetakan kesiapan masing-masing cabang olahraga yang akan diikuti.
Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman, mengatakan konsolidasi olahraga secara keseluruhan menjadi perhatian pemerintah daerah, terlebih Kabupaten Pekalongan akan menghadapi agenda Porprov.
“Ya, memang ini kami ingin memperbarui semua konsolidasi olahraga. Konsolidasi olahraga secara keseluruhan,” kata Sukirman usai rapat paripurna, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pekalongan saat ini juga telah diperbarui. Kepengurusan baru tersebut diharapkan segera melakukan konsolidasi dengan seluruh cabang olahraga untuk mengetahui perkembangan persiapan menghadapi Porprov.
“KONI kan hari ini sudah kepengurusan baru. Kemarin baru saja dilantik oleh Pak Sekda juga. Kemudian, sebentar lagi kita sedang menghadapi PORPROV di bulan November,” ujarnya.
Sukirman menambahkan, pemerintah daerah telah meminta laporan perkembangan persiapan, termasuk progres masing-masing cabang olahraga yang akan bertanding. Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi bahan untuk menentukan langkah pembinaan selanjutnya.
Selain Porprov, Sukirman menyoroti peningkatan prestasi atlet pelajar Kabupaten Pekalongan dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Menurutnya, meski posisi Kabupaten Pekalongan masih berada di level bawah, terdapat peningkatan peringkat dibanding sebelumnya.
“Kemarin pelajar kita juga sudah mengikuti POPDA. Karena ini wilayah dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, mereka mengikuti POPDA dan rankingnya juga ada kenaikan,” katanya.
Ia menyebut Kabupaten Pekalongan sebelumnya berada di posisi cukup bawah, namun kini mampu naik ke peringkat sekitar 27 dan berhasil meraih sejumlah medali emas.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan, Mores Irson Kubela, mengatakan pada POPDA Provinsi kali ini Kabupaten Pekalongan mengikuti 13 cabang olahraga.
Hingga pelaksanaan POPDA Provinsi yang dilaksanakan pada 1-6 September, kontingen Kabupaten Pekalongan telah mengoleksi 4 medali emas, 6 perak, dan 3 perunggu. Perolehan tersebut menempatkan Kabupaten Pekalongan di peringkat ke-27 dari 35 kabupaten/kota.
“Dari hasil tersebut, dibandingkan dengan tahun lalu ada perubahan yang sangat luar biasa. Peningkatannya sangat luar biasa, karena tahun lalu kita berada di peringkat 32, kemudian tahun ini berubah posisinya menjadi 27,” jelasnya.
Mores memastikan Penghargaan di berikan kepada atlet yang berprestasi di tingkat karesidenan dan provinsi. Penghargaan disesuaikan dengan prestasi yang diraih baik itu emas, perak maupun perunggu. Penghargaan diberikan kepada atlet yang berlaga di POPDA, PORPROV, juga yang berlaga di PEPARPEDA (kategori Disabilitas) akan diberikan penghargaan.
“Nanti akan ada pemberian penghargaan kepada atlet, tidak hanya untuk POPDA, tetapi juga untuk yang PORPROV. Kita sesuaikan dengan perda. Nanti ada standar indeks yang kita gunakan,” ujarnya.
Ke depan, Dinporapar akan melanjutkan pembinaan prestasi olahraga, khususnya bagi atlet pelajar. Pembinaan tersebut akan dilakukan dengan melibatkan KONI Kabupaten Pekalongan.
“Dengan begitu perhatiannya Pak Plt. Bupati terhadap peningkatan prestasi olahraga, kami akan melakukan pembinaan-pembinaan lanjutan dengan melibatkan rekan-rekan dari KONI terhadap pembinaan prestasi pelajar Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.
Keempat medali emas diraih dari cabang atletik nomor lempar lembing SMA Putra, tinju kelas Minimum Weight SMA 46–48 Kg Putra, panahan nomor Recurve Total Sesi SMP Putra, serta dayung nomor SUP 200 M Putra. Sementara enam medali perak disumbangkan dari atletik lompat tinggi SMA Putra, tenis meja tunggal putra SMA, pencak silat kelas D Putri 39–42 Kg SMP, panahan Recurve Eliminasi Individu SMP Putra, taekwondo Under 42 Kg SD Putra, dan dayung SUP 500 M Putra. Tiga medali perunggu berasal dari pencak silat kelas A Putra 39–43 Kg SMA, tinju kelas LightMiddleweight SMA 67–71 Kg Putra, serta senam bola ritmik SD.

