PEKALONGAN, – Ruas Jalan Watusalam yang sebelumnya rusak dan menjadi sorotan warga kini mulai dibangun kembali dengan konstruksi beton bertulang. Tahap awal perbaikan dilakukan sepanjang sekitar 1,5 kilometer dengan anggaran Rp5,8 miliar yang bersumber dari pengalihan aset gedung DPRD. Ketua DPRD Abdul Munir bersama Wakil Ketua Sumar Rosul dan Ahmad Ridhowi melakukan inspeksi mendadak ke lokasi, Senin (7/9/2026), guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.
Abdul Munir menyampaikan perbaikan jalan ini sangat dinantikan warga karena menghubungkan kawasan strategis dari Kota Pekalongan, Buaran, Kedungwuni hingga Karangdadap. Oleh karena itu, kualitas pembangunan harus benar-benar terjamin dan pengerjaan tidak boleh menyulitkan masyarakat.
“Kita harapkan pembangunan ini benar-benar sesuai spesifikasi yang ditetapkan. Selain itu, mohon atur jam kerjanya agar warga tidak kesulitan melintas. Pekerjaan berat lebih banyak dilakukan malam hari saja,” ujar Munir.
Terkait hasil pengecoran yang sudah tampak di lapangan, Abdul Munir menyebut secara kasatmata kondisinya terlihat cukup baik. Namun, kualitas akhir menurutnya tetap harus dibuktikan melalui pengujian.
“Sementara menurut ketinggian dan penglihatan mata, bagus, Cuma kan semuanya nanti perlu diuji lab,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPU Taru Ahmad Al Faruq menjelaskan pihaknya sangat menjaga kualitas bangunan. Semua material akan diuji, termasuk pemeriksaan sampel beton di laboratorium independen BP2 Semarang sesuai arahan BPK dan Kejaksaan. Proyek ini juga didampingi Kejaksaan agar proses berjalan transparan.
“Pengujian beton kita kirim langsung ke BP2 Semarang agar hasilnya objektif. Proyek ini juga didampingi Kejaksaan agar masyarakat bisa menikmati hasilnya dengan tenang dan terjamin kualitasnya,” tegas Al Faruq.
Agar tidak mengganggu warga, pengerjaan dilakukan bertahap. Khusus di perempatan dan akses gang digunakan jenis beton yang cepat kering, hanya butuh tiga hari sudah bisa dilewati. Saat sidak terlihat sepi pekerja karena beton sedang dalam masa pematangan sekitar tiga minggu. Setelah satu sisi matang, barulah sisi seberang dikerjakan secara bergantian sehingga arus lalu lintas tetap lancar. Petugas pengatur lalu lintas juga disiagakan 24 jam.
“Dengan sistem bertahap ini, insyaallah tidak akan terjadi kemacetan. Pengatur lalu lintas juga kami siagakan selama 24 jam demi keselamatan pengguna jalan,” ungkapnya.
Penanganan 1,5 kilometer ini merupakan tahap awal. Ahmad Al Faruq berharap pada tahun mendatang pembangunan dapat dilanjutkan hingga wilayah karangdadap & Doro jika anggaran daerah memungkinkan.
“Insyaallah tahun depan kita lanjutkan lagi sampai Kedungwuni, sepanjang anggaran daerah memadai,” pungkasnya.

