Di tengah kondisi kemarau yang menempatkan Kabupaten Batang dalam status awas kekeringan meteorologis versi BMKG, kesiapan pasokan air untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang atau Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) menjadi perhatian.
Isu ini mencuat seiring rencana masuknya fasilitas data center berbasis kecerdasan buatan (AI) yang ditargetkan mulai dibangun pada 2027.
Pusat data berteknologi tinggi dikenal membutuhkan pasokan air yang sangat besar, terutama untuk mendukung sistem pendinginan (cooling system) perangkat komputasi agar beroperasi optimal. Pihak pengelola KITB memastikan kebutuhan air kawasan industri telah ditopang oleh sistem penyediaan air mandiri dan tidak mengambil pasokan dari sumber air masyarakat maupun air tanah.
Marketing Strategy KEK Grand Batang City, Tanya, menjelaskan bahwa sumber air kawasan memanfaatkan air permukaan seperti sungai yang ditampung dalam reservoir kawasan, sebelum diolah melalui Instalasi Pengolahan Air Bersih (IPA/WTP) dan didistribusikan ke para penyewa (tenant).
“Kebutuhannya memang besar, tetapi saat ini kami sudah memiliki instalasi pengolahan air bersih sendiri. Kapasitas pasokan air yang kami siapkan saat ini masih oversupply, bahkan masih sangat mencukupi untuk menampung rencana pengembangan data center,” terang Tanya saat ditemui, Minggu (27/9/2026).
Tanya menambahkan, penggunaan air pada data center berbeda dengan industri manufaktur yang menghabiskan air dalam proses produksi. Air pada fasilitas pendinginan server dapat disirkulasikan secara terus-menerus melalui sistem daur ulang (water recycling).
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan jangka panjang seiring ekspansi kawasan, KITB juga menyiapkan skenario pengembangan teknologi Seawater Reverse Osmosis (SWRO). Teknologi desalinasi ini memungkinkan pengolahan air laut menjadi air bersih siap pakai.
“Kami berbatasan langsung dengan Pantai Utara Jawa, sehingga ke depan air laut bisa kita manfaatkan dan olah menjadi air bersih untuk kebutuhan kawasan,” tambahnya.
Rencana masuknya industri teknologi tinggi ini juga dinilai membuka peluang besar bagi penyerapan tenaga kerja lokal di Kabupaten Batang. Tanya optimistis SDM lokal Batang mampu bersaing mengisi kebutuhan operasional data center selama memiliki kompetensi yang sesuai.

