Ketua DPRD Pekalongan Abdul Munir Apresiasi TMMD di Jrebengkembang, Jalan Penghubung ke Desa Langkap Dibangun
PEKALONGAN, — Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, mengapresiasi pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung IV Tahun Anggaran 2026 di Desa Jrebengkembang, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan. Program tersebut menyasar pengaspalan jalan sepanjang 822,8 meter yang diharapkan dapat menghubungkan Desa Jrebengkembang dengan Desa Langkap.
Abdul Munir menyampaikan terima kasih kepada Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, atas penempatan kegiatan TMMD di Desa Jrebengkembang. Menurutnya, pembangunan jalan tersebut menjadi salah satu manfaat yang dapat dirasakan masyarakat melalui program kolaborasi pemerintah daerah dan TNI.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Plt Bupati karena TMMD ditempatkan di Desa Jrebengkembang. Karena kegiatan ini bisa menghubungkan jalan dari Jrebengkembang menuju Desa Langkap,” ujar Abdul Munir.
TMMD Sengkuyung IV resmi dibuka pada Selasa (13/10/2026). Program ini merupakan agenda rutin yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai unsur masyarakat.
Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0710/Pekalongan, Mayor Cpl. Yulian Cahyono, menjelaskan, sasaran fisik program tersebut berupa pengaspalan jalan yang dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama memiliki panjang 511 meter dengan lebar 2,5 meter, sedangkan bagian kedua sepanjang 311,8 meter dengan lebar yang sama.
Secara keseluruhan, pembangunan jalan tersebut mencapai 822,8 meter dengan lebar 2,5 meter. Total anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan TMMD ini sebesar Rp300 juta, dengan target pelaksanaan selama satu bulan hingga penutupan pada 11 November 2026.
Selain pembangunan infrastruktur, program TMMD juga mencakup delapan jenis penyuluhan sebagai sasaran nonfisik. Materinya antara lain wawasan kebangsaan, pencegahan kenakalan remaja, bahaya kebakaran dan kebocoran gas, serta budidaya tanaman hidroponik.
Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Ia berharap penyuluhan dapat meningkatkan pemahaman anak-anak dan remaja mengenai perundungan, kenakalan remaja, perkelahian, serta pergaulan bebas.
“Lalu, yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita sama-sama mengedepankan dan menata masa depan dengan baik, sehingga tidak muncul pernikahan dini dan sebagainya akibat pergaulan bebas,” pungkasnya. (Fah)

