infokotaonline.com
Pekalongan, 13 Oktober 2026 — Penanganan kasus dugaan pengeroyokan yang menyeret empat warga Desa Ambokembang, Kabupaten Pekalongan, menuai pertanyaan dari pihak keluarga dan sejumlah pihak yang meminta agar perkara tersebut diusut secara menyeluruh dan transparan.
Empat warga tersebut diduga terlibat dalam peristiwa pengeroyokan yang terjadi di sebelah selatan RSI Islam Ambokembang hingga terjadi korban jiwa,Namun, pihak keluarga menyampaikan adanya sejumlah kejanggalan dalam proses penanganan kasus tersebut, terutama terkait dugaan penetapan pihak yang bertanggung jawab berdasarkan video telepon genggam yang beredar.
Menurut keterangan pihak warga, peristiwa tersebut diduga diawali dengan aksi kejar-kejaran dari arah utara sebelum akhirnya terjadi kecelakaan. Salah satu pihak yang terlibat disebut mengalami kecelakaan setelah menabrak gerobak dan tiang listrik.

Pihak waega menilai rangkaian kejadian sejak awal perlu ditelusuri secara utuh agar duduk perkara menjadi jelas. Mereka berharap penyelidikan tidak hanya berfokus pada potongan video yang beredar, tetapi juga mempertimbangkan bukti-bukti lain, keterangan saksi, serta kronologi lengkap sebelum dan sesudah kejadian.
Minta Rekaman CCTV Sepanjang Jalur Kejadian hingga terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa untuk diperiksa
Pandu Irawan,S.H.,M.H.bersama Sa’im,S.H
selaku Ketua LMPI Kabupaten Pekalongan dan selaku kuasa hukum meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

Kedua kuasa hukum tersebut mendorong agar rekaman kamera pengawas atau CCTV di sepanjang jalan yang diduga dilalui dalam aksi kejar-kejaran diperiksa, mulai dari titik awal kejadian dari arah utara hingga lokasi kecelakaan dan peristiwa yang terjadi di selatan RSI Islam Ambokembang.
Menurut Pandu, pemeriksaan rekaman CCTV di sepanjang jalur tersebut penting untuk membantu menyusun kronologi secara objektif, mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, serta memastikan bahwa penanganan perkara didasarkan pada alat bukti yang memadai.
Pandu Irawan juga memohon kepada Kapolres yang berwenang di wilayah Kabupaten Pekalongan agar mempertimbangkan penangguhan penahanan terhadap para warga yang ditahan, sesuai ketentuan hukum yang berlaku, selama proses hukum dan pendalaman fakta masih berjalan.
Permintaan tersebut disampaikan sebagai bentuk harapan agar seluruh rangkaian peristiwa dapat diperiksa secara cermat dan setiap keputusan hukum diambil berdasarkan bukti serta prosedur yang berlaku.
Di sisi lain, Supriyanto, salah satu orang tua dari warga yang ditahan, menyampaikan harapannya agar anaknya memperoleh keadilan dalam perkara tersebut.
Ia meminta agar kasus yang menimpa anaknya ditangani secara objektif dengan mempertimbangkan seluruh bukti dan keterangan yang relevan. Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap secara jelas bagaimana peristiwa itu bermula, siapa saja yang terlibat, serta bagaimana peran masing-masing pihak dalam kejadian tersebut.
Bagi keluarga, kejelasan kronologi menjadi hal penting agar tidak terjadi kesimpulan yang terburu-buru sebelum seluruh fakta terungkap.
Pihak keluarga dan sejumlah pihak yang menyuarakan persoalan ini berharap kepolisian dapat memberikan penjelasan mengenai dasar penanganan perkara serta menindaklanjuti permintaan pemeriksaan CCTV dan bukti pendukung lainnya.
Mereka menegaskan bahwa tujuan dari permintaan tersebut adalah memperoleh kejelasan dan keadilan melalui proses hukum yang transparan, bukan untuk menghalangi proses penyelidikan.
Hingga seluruh bukti dan keterangan diperiksa secara menyeluruh, dugaan keterlibatan masing-masing pihak tetap perlu ditempatkan dalam kerangka asas praduga tak bersalah.
Masyarakat pun berharap kasus ini dapat diungkap secara terang benderang sehingga fakta yang sebenarnya terungkap dan keadilan dapat dirasakan oleh semua pihak yang terlibat.
S.A.R
