Infokotaonline.com
Kajen, Pekalongan — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mengambil langkah tegas untuk menekan angka kenakalan remaja dan mengembalikan keharmonisan keluarga di era digital. Pemkab Pekalongan akan segera menerbitkan Surat Edaran (SE) yang mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) meluangkan waktu satu jam tanpa gawai (gadget) setiap malam usai waktu Magrib.
Langkah ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab dalam mendukung Program Sakpore (Sak Jam Kanggo Keluarga Tanpo HP) yang diinisiasi oleh Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pekalongan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (14/10/2026).
“Dampaknya (dominasi gawai) sudah sangat terasa. Hari ini marak kenakalan remaja yang menjurus pada tindakan kriminal. Ini ikhtiar bersama memperkuat pembinaan keluarga,” ujar Sukirman.
Sukirman menjelaskan, fenomena maraknya kenakalan remaja belakangan ini tidak lepas dari minimnya interaksi fisik dan pengawasan orang tua akibat teralihkannya perhatian pada gawai. Melalui Program Sakpore, masyarakat diajak mematikan telepon seluler, laptop, dan perangkat digital lainnya selama satu jam terutama bakda Magrib untuk beribadah, belajar, serta bercengkerama bersama keluarga.
Guna memastikan efektivitas program, Pemkab Pekalongan mewajibkan ASN menjadi role model atau teladan bagi masyarakat luas. Monitoring pelaksanaan akan dikoordinasikan langsung oleh masing-masing Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Untuk kontrolnya, para ASN di setiap dinas wajib mengunggah momen kebersamaan tanpa HP tersebut secara bersama-sama di bawah koordinasi Kepala Dinas,” tegasnya.
Selain meluncurkan komitmen Program Sakpore, Puncak HKG PKK ke-54 ini juga diwarnai dengan penyerahan penghargaan berbagai lomba, seperti Evaluasi 10 Program Pokok PKK tingkat Desa dan Kecamatan, Lomba Vlog PAAREDI, Lomba Cipta Menu B2SA, hingga Lomba PKK Idol.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Nyonya Galuh Kirana Sukirman, menekankan pentingnya penguatan peran kader hingga ke tingkat Dasawisma sebagai fondasi utama pemberdayaan masyarakat.
“Dasawisma adalah basisnya. Penguatan program PKK dimulai dari kader dan aktivitas di tingkat Dasawisma. Saya berharap sinergi antara pemerintah daerah, OPD pembina, dan kader PKK di seluruh jenjang terus meningkat di masa mendatang,” tandas Galuh.
(war)
