Pemandangan Jalan di Pekalongan: Kontras antara Aktivitas Ekonomi dan Masalah Pengelolaan Sampah
Infokotaonline.com, Kota Pekalongan, 6 Juni 2025 – Sebuah pemandangan kontras terlihat di Jalan Pelita 2, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, tepat di depan Sekolah Luar Biasa (SLB) Persatuan Rakyat Indonesia. Di satu sisi, aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya.
Di sisi lain, masalah pengelolaan sampah yang buruk sangat mencolok. Tumpukan sampah yang besar di pinggir jalan, sebagian bahkan terbakar dan mengeluarkan asap, menunjukkan kurangnya kesadaran masyarakat dan lemahnya sistem pengelolaan sampah di daerah tersebut.
Seorang petugas kebersihan di sekolah tersebut, yang identitasnya disamarkan sebagai Singkong, mengungkapkan bahwa membuang sampah sembarangan, terutama pada malam hari, menjadi masalah utama.

“Kalau buangnya sportif tidak masalah Pak. Tapi nih yang jadi masalah itu kan buangnya kayak maling Pak, tengah malam Pak,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa meskipun pemerintah daerah telah berupaya mengatasi masalah ini, kesadaran warga setempat masih rendah.
Lokasi yang berdekatan dengan Rumah Sakit Dr. Zaky Djunaid dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Persatuan Rakyat Indonesia (yang juga meliputi PAUD Terpadu, SMPLB, dan SMALB) semakin memprihatinkan karena dampak buruknya terhadap kesehatan dan lingkungan.

Asap dari pembakaran sampah terbuka menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak berkebutuhan khusus di SLB. Singkong berharap agar masyarakat lebih peduli dan bertanggung jawab dengan membuang sampah pada tempatnya atau memanfaatkan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang tersedia.
Ia juga menyarankan agar ada pengawasan di lokasi tersebut untuk mencegah pembuangan sampah sembarangan di malam hari.
Keberadaan spanduk “DILARANG BUANG SAMPAH DISINI” yang tampak diabaikan juga menunjukkan perlunya tindakan yang lebih tegas dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Keluhan Warga Terkait Masalah Sampah di Jalan Pelita 2, Pekalongan
Masalah tumpukan sampah yang terbakar di Jalan Pelita 2, Pekalongan, tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas warga sekitar. Sejumlah pedagang dan pengguna jalan menyampaikan keluhan mereka, pada wawancara di lokasi dekat tumpukan sampah tertanggal 6 Juni 2025.
Suliana, seorang penjual es teh yang berjualan di sekitar lokasi, mengatakan bahwa sampah yang terbakar menimbulkan bau tidak sedap dan banyak lalat, hal ini sangat mengganggu aktivitas penjualannya. Ia berharap agar pemerintah dapat mengungkapkan masalah ini dan membuat lingkungan lebih bersih dan rapi. Suliana juga membenarkan informasi bahwa ada oknum yang membuang sampah pada malam hari.

Penny dan Arina, dua pengunjung yang sedang kulineran, mengatakan bahwa tumpukan sampah dan asap yang dihasilkan sangat mengganggu, terutama saat berkendara. Mereka berharap agar pemerintah dapat menangani masalah sampah ini dengan baik untuk mengurangi polusi. Mereka juga menyarankan agar warga memilah sampah dan pemerintah menyediakan fasilitas tempat sampah yang memadai.
Mia, seorang pedagang yang biasa berjualan di area tersebut setiap Jumat pagi, mengatakan bahwa masalah sampah sangat mengganggu aktivitas jualannya. Bau sampah yang menyengat membuat pembeli enggan berbelanja. Ia berharap agar masalah sampah dapat segera diatasi dan pengelolaan sampah dapat kembali seperti sedia kala. Mia juga menyebutkan bahwa pembuangan sampah dilakukan pada malam hari hingga subuh.
Para warga sepakat bahwa masalah sampah ini perlu ditangani segera. Mereka berharap pemerintah dapat meningkatkan pengawasan, memberikan sanksi tegas terhadap pembuang sampah sembarangan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, mereka juga meminta agar fasilitas tempat pembuangan sampah diaktifkan kembali agar warga memiliki tempat yang layak untuk membuang sampah.
Jurnalis juga seorang Konsultan Pertanian.
