Infokotaonline.com
Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada 812 kelompok tani yang tersebar di 24 kabupaten/kota. Bantuan senilai Rp120 miliar itu ditegaskan harus dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan bersama dan dilarang keras diperjualbelikan, demi mendukung target swasembada pangan nasional.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, saat menyerahkan bantuan alsintan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel dan Pemerintah Kabupaten Maros. Penyerahan berlangsung di Gudang Alsintan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Sulsel, Kabupaten Maros.
“Total bantuan yang kita salurkan sekitar Rp120 miliar. Anggaran ini bersumber dari kolaborasi APBN dan APBD Provinsi Sulawesi Selatan. Ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh petani,” ujar Andi Sudirman dalam keterangannya, Minggu (4/1)
Bantuan alsintan tersebut mencakup berbagai jenis alat pertanian modern, antara lain 47 unit combine harvester, 145 unit handtraktor, 175 unit traktor roda empat, 8.655 unit handsprayer, serta 11 unit cultivator. Seluruhnya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pengolahan lahan dan produktivitas pertanian di Sulsel.
Gubernur Andi Sudirman menekankan pentingnya pengelolaan yang transparan dan adil di tingkat kelompok tani. Menurutnya, ketua dan anggota kelompok tani memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan alsintan dapat digunakan bersama, sesuai kebutuhan, dan tidak dimonopoli oleh pihak tertentu.
“Saya tegaskan, bantuan ini tidak boleh diperjualbelikan. Ketua dan anggota kelompok tani harus menggunakan secara adil. Ini adalah fasilitas negara untuk mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya.
Ia menambahkan, modernisasi pertanian melalui mekanisasi menjadi salah satu fokus utama Pemprov Sulsel. Dengan dukungan alsintan yang memadai, proses tanam dan panen diharapkan lebih cepat, biaya produksi petani dapat ditekan, serta hasil panen meningkat secara signifikan.
Andi Sudirman juga mengungkapkan bahwa pengadaan bantuan alsintan tersebut merupakan hasil dari efisiensi dan relokasi anggaran pemerintah provinsi. Belanja yang dinilai kurang mendesak dialihkan untuk sektor yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya petani.
“Ini hasil efisiensi anggaran. Kita relokasi belanja yang tidak terlalu urgen menjadi belanja yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Harapannya, petani semakin dimudahkan dan Sulawesi Selatan tetap kokoh sebagai lumbung pangan nasional,” pungkasnya.
