{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"remove":3},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}
Polres Pekalongan Siagakan 170 Personel Siaga Bayangkara, Siap Tangani Dampak Bencana
Pekalongan, 17 Januari 2026 – Polres (Polda Resor) Pekalongan telah membentuk tim kebencanaan khusus bernama Siaga Bayangkara Polres Pekalongan, yang terdiri dari 170 personel yang siap terjun kapan saja jika terjadi kejadian bencana. Pengumuman ini disampaikan Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si melalui Kasubag Humas Ipda Warsito dalam sebuah keterangan kepada awak media.
Jumlah Personil dan Cadangan
Tim Siaga Bayangkara yang terdiri dari 170 orang ini disiapkan sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan. Namun, jika terjadi kekurangan personel saat terjadi bencana skala besar, pihak Polres akan melakukan penambahan personil dari cadangan yang tersedia maupun melalui koordinasi dengan satuan kerja terkait dari instansi lain (lintas sektoral).
Struktur dan Tugas Tiap Tim
Seluruh personel Siaga Bayangkara dibagi menjadi beberapa tim khusus dengan tugas masing-masing, antara lain:
Tim SAR (Sabara)
Ada 3 peleton tim SAR yang khusus menangani tugas pencarian dan evakuasi korban bencana. Masing-masing peleton terdiri dari 30 personel, dengan pembagian menjadi Peleton A, Peleton B, dan Peleton C. Ketiga peleton ini akan bertugas secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan. “Manakala ada bencana, maka peleton yang sesuai dengan jadwal hari itu wajib langsung mendatangi dan membantu di lokasi terdampak,” jelas Ipda Warsito.
Tim Trauma Healing dan Kesehatan
Selain SAR, pihak Polres juga menyiapkan tim trauma healing yang terdiri dari 10 orang, yang bertugas memberikan dukungan psikologis bagi korban maupun petugas setelah kejadian bencana. Selain itu, ada juga tim kesehatan dari Divisi Dokter Polisi (Dokpol) atau Dinas Kesehatan (Dokes) yang siap memberikan pertolongan pertama dan layanan kesehatan di lokasi bencana.
Tim KNN K9
Untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi, terutama dalam kondisi yang sulit dijangkau manusia, tim Siaga Bayangkara juga dilengkapi dengan unit K9 (anjing pelacak) yang terdiri dari 3 ekor anjing terlatih. Anjing-anjing ini akan membantu dalam menemukan korban yang terjebak maupun mengidentifikasi lokasi yang berpotensi berbahaya.
Tim Kamsel (Keselamatan Lalu Lintas)
Tim ini berasal dari bagian lalu lintas Polres Pekalongan, yang bertugas mengelola lalu lintas di sekitar lokasi bencana. Jika terjadi gangguan seperti pohon tumbang yang menghalangi jalan, atau perlu dilakukan pengalihan arus lalu lintas akibat banjir atau kejadian bencana lainnya, tim kamsel akan membuat rekayasa lalu lintas agar perjalanan masyarakat tidak terganggu secara berlebihan.
Tim Logistik
Tim logistik bertanggung jawab untuk menyiapkan dan mengatur segala jenis perlengkapan yang dibutuhkan oleh seluruh tim Siaga Bayangkara. Mulai dari perlengkapan operasional, alat bantu evakuasi, hingga akomodasi dan kebutuhan dasar bagi petugas yang bertugas di lokasi bencana. “Misalkan terjadi banjir atau bencana lain, tim logistik akan segera mengatur semua kebutuhan agar operasional penanganan bencana berjalan lancar,” tambah Ipda Warsito.
Tim Pengawasan Internal
Untuk memastikan kinerja dan kehadiran anggota Siaga Bayangkara berjalan sesuai standar, pihak Polres juga menempatkan tim pengawasan dari Divisi Provos (Pengawasan Operasional) dan Paminal (Pengawasan Internal). Tim ini akan mengawasi setiap tahapan tugas, mulai dari kesiapan personel hingga pelaksanaan tugas di lapangan.
“Mungkin sedikit yang bisa kami sampaikan terkait dengan tim kebencanaan Siaga Bayangkara yang dimiliki oleh Polres Pekalongan,” pungkas Ipda Warsito dalam keterangannya.
Drc
