Infokotaonline.com
Jakarta – Pemerintah menyiapkan terobosan baru untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak bencana alam di Sumatera. Kementerian UMKM akan memanggil seluruh perusahaan penyelenggara marketplace untuk menyediakan laman khusus yang menampilkan produk-produk UMKM korban bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, langkah ini bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak. Dengan adanya etalase khusus di platform e-commerce, produk UMKM korban bencana dapat lebih mudah diakses oleh konsumen di seluruh Indonesia.
“Kementerian UMKM akan panggil semua e-commerce, kita akan konsolidasikan, kita akan minta mereka membuat satu page tersendiri, satu laman tersendiri, yang isinya tentang bantuan donasi belanja produk Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat,” ujar Maman usai Rapat Koordinasi Satgas Bencana Sumatera di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Kamis (15/1/2026).
Menurut Maman, konsep bantuan ini tidak hanya mengandalkan donasi langsung, tetapi mendorong masyarakat membantu dengan cara berbelanja produk UMKM korban bencana. Dengan begitu, bantuan bersifat lebih berkelanjutan.
“Jadi mereka bisa jualan di situ. Masyarakat Indonesia tidak hanya sekadar memberikan donasi, tapi salah satu bentuk bantuannya adalah membeli produk saudara-saudara kita. Ini untuk jangka panjang,” tegasnya.
Selain membuka akses pasar, pemerintah juga menyiapkan program pendampingan menyeluruh bagi UMKM terdampak. Pendampingan ini bertujuan memetakan persoalan yang dihadapi para pelaku usaha agar solusi dapat diberikan secara cepat dan tepat sasaran.
Salah satu fokus utama adalah relaksasi kredit bagi UMKM yang memiliki pinjaman di perbankan. Pemerintah akan mengupayakan restrukturisasi hingga penundaan pembayaran kewajiban.
“Kita akan aktivasi semuanya. Permasalahan mereka akan kita bereskan supaya bisa hidup kembali. Contohnya, kalau mereka punya kredit di bank, itu kita restrukturisasi, relaksasi, kita tunda,” kata Maman.
Bahkan, untuk pelaku usaha yang kondisinya sangat berat, pemerintah membuka peluang penghapusan utang sekaligus pemberian tambahan modal usaha. Skema ini juga disertai rencana suku bunga nol persen pada tahun pertama.
“Kalau sudah parah sekali, kita hapuskan utangnya dan kita top-up kembali. Setelah dapat modal kerja, satu tahun ini bunganya harus 0 persen dulu. Tahun kedua baru mungkin naik 2 persen atau 3 persen,” jelasnya.
Sementara itu, bagi pelaku usaha mikro dan supermikro yang belum memiliki akses kredit perbankan, Kementerian UMKM tengah mendorong pemberian bantuan modal langsung. Skema ini masih berupa usulan dan dibahas di internal Satgas Ekonomi.
“Usulannya kita akan berikan banpres, bantuan presiden untuk usaha mikro. Supaya mereka pegang uang dan bisa membeli alat-alat usaha, seperti oven, blender, atau peralatan lain yang rusak akibat bencana. Ini sedang kita dorong,” pungkas Maman.
(csw)
