Infokotaonline.com
Kajen, Pekalongan — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa tradisi halal bihalal memiliki peran penting dalam memperkuat nilai spiritual sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri acara halal bihalal yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Jumat (3/4/2026), di Masjid Al Khuzaimah, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.
Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti hadir sebagai penceramah utama dan menyampaikan sejumlah pandangan penting terkait nilai-nilai keagamaan yang berkembang dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia, termasuk relevansinya dengan dunia pendidikan.
Menurutnya, halal bihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang tidak secara langsung berasal dari syariat agama, namun lahir dari praktik nilai-nilai ajaran agama yang diterjemahkan dalam kehidupan sosial.
“Halal bihalal itu tradisi, bukan bagian langsung dari agama. Namun, nilai-nilainya berasal dari pengamalan ajaran agama yang kemudian diwujudkan dalam budaya masyarakat,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menjelaskan bahwa halal bihalal merupakan bentuk vernakularisasi ajaran agama, yakni proses penerjemahan nilai-nilai religius ke dalam konteks budaya lokal. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti kreativitas masyarakat Indonesia dalam mengadaptasi ajaran agama agar lebih membumi dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menyebut tradisi halal bihalal sebagai fenomena unik yang hanya ditemukan di Indonesia. Keberadaannya mencerminkan penerimaan nilai-nilai agama melalui pendekatan budaya yang inklusif dan harmonis.
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia mampu mengolah ajaran agama menjadi tradisi yang memperkuat persatuan dan kebersamaan,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, dalam sambutannya menyoroti peran strategis Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.
Ia mengapresiasi kontribusi nyata Muhammadiyah melalui berbagai lembaga pendidikan dan fasilitas kesehatan yang telah membantu meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat di Kabupaten Pekalongan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PDM Kabupaten Pekalongan yang selama ini memiliki komitmen kuat dalam memajukan pendidikan dan kesehatan. Ini menjadi contoh sinergi yang baik antara organisasi masyarakat dan pemerintah,” kata Sukirman.
Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Mulyono, juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mendikdasmen dalam kegiatan tersebut. Ia berharap momentum halal bihalal ini dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan, khususnya di bidang pendidikan.
Menurutnya, kehadiran tokoh nasional seperti Mendikdasmen menjadi dorongan moral bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan peran aktif dalam menciptakan generasi yang unggul dan berakhlak.
Kegiatan halal bihalal ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, serta jajaran organisasi Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang refleksi bersama dalam memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
(RKS/war)
