PEKALONGAN, — Paguyuban Barisan Rakyat Kedungwuni Damai (Barakuda) turut berpartisipasi menyukseskan peringatan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kabupaten Pekalongan yang digelar di Stadion Manggala Krida, Kecamatan Kedungwuni, Kamis (22/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Barakuda mengambil peran membantu menjaga ketertiban dan keamanan, terutama di area parkir kendaraan peserta upacara. Pengamanan dilakukan untuk memastikan kendaraan roda dua maupun roda empat milik peserta dapat terparkir dengan aman serta mendukung kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.
Ketua Umum Barakuda, Nunung Dwi Nugroho, mengatakan partisipasi tersebut merupakan bentuk dukungan paguyuban terhadap kelancaran penyelenggaraan peringatan Hari Santri Nasional.
“Untuk kegiatan Barakuda hari ini, kami ikut berpartisipasi dalam pengamanan jalannya peringatan Hari Santri Nasional. Supaya kegiatan berjalan lancar dan tidak terjadi kemacetan, kami mengelola area parkir agar aman,” ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan parkir dan pengaturan lalu lintas menjadi bagian penting untuk memberikan kenyamanan kepada peserta yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan.
Ia berharap, melalui upaya tersebut, peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan nyaman tanpa terganggu persoalan kemacetan maupun keamanan kendaraan.
Nunung juga mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial bersama Barakuda. Ia berharap semakin banyak warga yang bergabung agar paguyuban tersebut dapat terus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Harapan kami ke depan, masyarakat bisa membantu Barakuda dan bergabung bersama kami untuk melayani, khususnya warga Kedungwuni dan umumnya masyarakat Kabupaten Pekalongan. Kami juga ingin membantu pemerintah dalam menjalankan tugas-tugasnya,” katanya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait atas penyelenggaraan peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Kedungwuni.
Menurut Nunung, Kedungwuni memiliki banyak pondok pesantren sehingga kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas daerah sebagai kawasan yang lekat dengan kehidupan pesantren.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dan semua instansi terkait sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan sukses. Kedungwuni ini bisa dikatakan sebagai sentra pesantren. Banyak pesantren di sini, bahkan hampir setiap desa ada dua sampai tiga pesantren,” ungkapnya.
Ia berharap peringatan Hari Santri Nasional dapat terus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi berbagai elemen dalam mendukung kegiatan daerah.

