Infokotaonline.com
Jakarta — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi catatan kedaruratan di Indonesia hingga pertengahan Oktober 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, serangkaian insiden karhutla melanda sejumlah wilayah mulai dari Pulau Jawa hingga Sulawesi, dengan dampak terparah tercatat di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) BNPB per Rabu (14/10/2026) pukul 07.00 WIB, karhutla di Lingkungan Randangan, Kelurahan Puserren, Kabupaten Enrekang, telah melalap sekitar 200 hektare lahan. Kebakaran yang berlangsung selama beberapa hari tersebut sempat merembet mendekati kawasan permukiman warga di Kelurahan Tuara.
Selain mengancam permukiman dan lahan pertanian, pergerakan kobaran api di Enrekang juga sempat membahayakan jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) milik PT PLN. Beruntung, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Enrekang bersama tim gabungan berhasil mengendalikan pergerakan api sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Hingga kini, petugas masih bersiaga melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik guna mencegah munculnya titik api baru.
Peristiwa karhutla di Pulau Sulawesi juga dilaporkan terjadi di dua wilayah lain pada Selasa (13/10/2026). Di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, api membakar 10 hektare kawasan hutan di Jalan Poros Palopo–Bastem, Kelurahan Peta, sebelum akhirnya berhasil dipadamkan pada sore hari. Sementara itu, di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, titik api membakar area Kelurahan Wailan, Kakaskasen Satu, dan Kakaskasen Dua. Petugas gabungan hingga saat ini masih berjuang memadamkan api di lokasi tersebut.
Sementara di Pulau Jawa, maraknya karhutla tercatat melanda tiga kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah sejak Senin (12/10/2026). Lahan seluas 2 hektare di Desa Maguwan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terbakar dan berhasil dipadamkan petugas menggunakan peralatan gepyok serta water sprayer.
Di Jawa Tengah, kebakaran menghanguskan 1,5 hektare lahan kosong di Desa Seloran, Kabupaten Wonogiri, serta 4,5 hektare lahan di Desa Jambu Kulon, Kabupaten Klaten. Seluruh titik api di kawasan Pulau Jawa tersebut telah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim BPBD bersama dinas pemadam kebakaran setempat pada Selasa (13/10/2026) tanpa menelan korban jiwa.
Menanggapi maraknya musibah ini, BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana musim kemarau, baik karhutla maupun kekeringan. Pemda diminta memperkuat langkah mitigasi serta memastikan ketersediaan air bersih bagi warga.
BNPB juga mengingatkan masyarakat di area terdampak karhutla agar mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Warga dilarang keras membuka lahan dengan cara dibakar, membuang puntung rokok sembarangan, maupun membakar sampah di area yang rawan terbakar. Jika menemukan titik api atau kondisi darurat, masyarakat diimbau segera menghubungi pusat layanan BNPB di nomor 117 atau melapor ke BPBD setempat.
(csw/Tim)
