Pekalongan, 14 Januari 2026 – Belasan Siswa SDN Kedungwuni Diduga Keracunan MBG, Polisi Selidiki dan Dinkes Uji Sampel Sebanyak 15 siswa SD Negeri 01 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (13/1/2026).
Peristiwa ini langsung ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian dan Dinas Kesehatan setempat. Kapolsek Kedungwuni, Iptu R Yonanta Edy Pranawa, menyampaikan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 15.00 WIB dan segera melakukan pengecekan ke lokasi sekolah. Para siswa mengeluhkan gejala pusing, mual, muntah, dan mules.
Anggota kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak sekolah serta tenaga kesehatan. Makanan MBG diterima sekolah sekitar pukul 07.00 WIB dan dibagikan kepada 132 siswa. Sekitar pukul 10.00 WIB, sejumlah siswa mulai mengalami gangguan kesehatan, hingga akhirnya 15 siswa mendapatkan penanganan medis.
Sembilan di antaranya dirawat di Puskesmas Kedungwuni I, sedangkan enam siswa lainnya dirujuk ke RSI Pekajangan akibat keterbatasan ruang pelayanan.
Saat ini seluruh siswa sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Menu MBG yang dikonsumsi meliputi bakmi goreng Jawa, telur ceplok, tahu goreng, lalapan timun, dan buah anggur.
Untuk memastikan penyebab kejadian, puskesmas telah mengamankan sampel makanan dan menyerahkannya ke Labkesda Kabupaten Pekalongan untuk diuji di laboratorium di Semarang.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Edy Herijanto, menjelaskan uji laboratorium dilakukan untuk memastikan sumber gangguan kesehatan.
Menurutnya, makanan yang dikirim hari itu mencapai 2.300 porsi, namun hanya 15 siswa di satu sekolah yang mengalami keluhan, sehingga perlu konfirmasi melalui uji laboratorium.
Sementara itu, Kepala SPPG Sidodadi Kedungwuni Timur, Mochamad Idhar Khaerul, menegaskan proses penyediaan makanan telah sesuai prosedur. Makanan dimasak dini hari, dilakukan quality control dan pemeriksaan gizi sebelum distribusi, dengan hasil dinyatakan layak konsumsi.
Drc
