PEKALONGAN, — Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) melakukan berbagai persiapan untuk menyambut momen libur sekolah. Salah satunya dengan memperkuat koordinasi dan penerapan standar operasional prosedur (SOP) di seluruh destinasi wisata.
Plt Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan, Mores Irson Kubela, mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat imbauan kepada seluruh pengelola objek wisata agar meningkatkan kesiapan menghadapi lonjakan pengunjung.
“Kami sudah memberikan imbauan kepada pengelola destinasi wisata untuk senantiasa mengikuti SOP yang sudah ditentukan, terutama terkait penanganan kontingensi selama masa liburan,” ujar Mores saat ditemui di sela pembukaan karantina pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan 2026 di objek wisata La’Ranch, Kecamatan Karanganyar, Selasa (9/6/2026).
Selain itu, pengelola juga diminta untuk aktif berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mengantisipasi kemungkinan kejadian di luar kendali.
“Komunikasi harus terus dibangun, termasuk menginformasikan kondisi di lapangan. Kami juga mewajibkan pengelola melakukan pendataan jumlah pengunjung setiap minggu selama masa liburan,” tambahnya.
Pendataan tersebut, lanjut Mores, menjadi indikator untuk melihat geliat pariwisata daerah yang dinilai memiliki daya tarik tak kalah dengan daerah lain di Jawa Tengah.
Terkait destinasi yang dikelola pemerintah daerah, Mores menyebut terdapat beberapa titik unggulan, di antaranya Pantai Depok di wilayah pesisir utara dan kawasan wisata pegunungan Linggo Asri.
Ia mengakui, kondisi Pantai Depok saat ini terdampak abrasi sehingga jumlah kunjungan menurun. Meski demikian, masyarakat tetap dipersilakan berwisata dengan jaminan pengawasan dari petugas.
“Di Pantai Depok tetap kami buka untuk masyarakat, dengan pengawasan dan pendampingan petugas di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, di kawasan Linggo Asri, pemerintah tengah melakukan penataan dan pengembangan potensi wisata. Upaya tersebut dilakukan melalui inovasi penambahan wahana serta penyusunan paket wisata, meski di tengah keterbatasan anggaran.
“Kami terus berupaya menambah daya tarik, baik melalui wahana baru maupun paket wisata yang sudah dibahas bersama stakeholder. Harapannya ini bisa meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya.
Mores juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum libur sekolah dengan berkunjung ke destinasi wisata lokal. Menurutnya, hal itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan ekonomi masyarakat.
“Silakan masyarakat Kabupaten Pekalongan berwisata di daerah sendiri. Karena selain menarik, ini juga membantu meningkatkan ekonomi rakyat, termasuk yang dikelola BUMDes dan kelompok sadar wisata,” katanya.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada pengelola wisata agar kualitas layanan semakin baik dan mampu bersaing dengan daerah lain.
“Dari kami, dinas, selalu melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap penataan pengelolaan wisata yang baik,” pungkasnya.

