Infokotaonline.com
Pekalongan – Aksi protes warga Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, yang viral di media sosial pada Senin (26/1/2026), menjadi sorotan publik dan mendorong percepatan langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan dalam menangani banjir yang telah merendam wilayah tersebut hampir dua pekan.
Aksi tersebut dipicu kekecewaan warga terhadap penanganan banjir yang dinilai lamban. Sejumlah warga bahkan mengarak Kepala Desa Karangjompo menuju Kantor Kecamatan Tirto untuk menuntut kejelasan kebijakan pemerintah, khususnya terkait pengadaan dan pengoperasian pompa air guna mengurangi genangan.
Salah seorang warga, yang enggan disebutkan identitasnya dan menggunakan nama samaran Mawar, mengatakan banjir telah berlangsung sekitar dua minggu tanpa penanganan yang signifikan. Kondisi itu membuat aktivitas warga terganggu dan memicu keresahan di tengah masyarakat.
“Banjir sudah hampir dua minggu, tapi belum terlihat penanganan serius. Warga ingin kejelasan, pompa air ini mau beli, sewa, atau seperti apa,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Pemkab Pekalongan menegaskan komitmennya untuk segera merespons aspirasi masyarakat. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, memastikan bahwa langkah-langkah teknis telah disiapkan, baik untuk penanganan jangka pendek maupun jangka menengah.
Hal itu disampaikan Yulian usai memimpin rapat koordinasi percepatan penanganan banjir di Kecamatan Tirto, Senin (26/1/2026) sore.
“Kami mengucapkan terima kasih atas aspirasi masyarakat. Masukan ini menjadi evaluasi dan dorongan bagi kami untuk memperbaiki langkah penanganan banjir ke depan,” kata Yulian.
Untuk penanganan jangka pendek, Pemkab Pekalongan memastikan satu unit pompa air mobile mulai dioperasikan pada Senin sore. Selain itu, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendatangkan tambahan tiga unit pompa air mobile.
“Sore ini satu pompa sudah beroperasi.
Besok, insyaallah, tiga unit pompa tambahan dari provinsi akan tiba. Total ada empat pompa mobile untuk mempercepat penyedotan genangan di Tirto,” jelasnya.
Pompa-pompa tersebut akan ditempatkan di titik-titik prioritas, terutama di Desa Karangjompo dan Desa Tegaldowo. Penentuan lokasi operasional dilakukan oleh dinas teknis bersama Camat Tirto, dengan mempertimbangkan kondisi lapangan.
Selain fokus pada pengurangan genangan, Pemkab Pekalongan juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak, khususnya para pengungsi, tetap terpenuhi. Penanganan pengungsi dikoordinasikan melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan.
“Kami pastikan kebutuhan pengungsi tercukupi. Ini menjadi tanggung jawab Dinsos dan BPBD,” ujarnya.
Untuk jangka menengah, pemerintah daerah tengah mengkaji kemungkinan pergeseran anggaran guna penguatan dan peninggian tanggul di wilayah rawan banjir, termasuk di Desa Tegaldowo dan Mulyorejo. Usulan tersebut berasal dari sejumlah kepala desa yang terdampak langsung.
“Kami sedang menghitung pergeseran anggaran untuk penguatan dan top-up tanggul. Insyaallah dalam waktu dekat bisa segera dieksekusi,” terang Yulian.
Seluruh aspirasi warga Kecamatan Tirto, lanjut Yulian, telah dibahas dalam rapat koordinasi yang dihadiri Camat Tirto dan jajaran terkait sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan kecamatan.
“Gayung bersambut. Aspirasi masyarakat langsung kami tindak lanjuti, dan langkah-langkah teknisnya sedang kami selesaikan,” pungkasnya.
(war)
