Lintas Komunitas Peduli Pekalongan (LKPP) Menyatakan menarik pasukan dari posko tanggap darurat Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.
Pekalongan, 11 Februari 2026 – Meski banjir di Kabupaten Pekalongan khususnya daerah kecamatan Tirto belum ada tanda-tanda akan surut betul akibat debit air hujan yang masih tinggi, namun Handono Warih, Koordinator Umum LKPP memutuskan menarik seluruh sumber dayanya dari lokasi tersebut.
Di balik keputusannya ada beberapa alasan menurut Handono, Pertama karena terjadi konflik internal lingkup desa tersebut yang mana prinsip Rescue itu harus mengutamakan keselamatan. Baik itu keselamatan mental dan fisik juga seluruh sumber daya yang ada.
Handono menyatakan enggan terseret konflik lebih jauh yang tengah terjadi di level internal desa tersebut. Pernyataan ini tentu mengejutkan. Pasalnya situasi kedaruratan bencana masih dinyatakan status warna merah atau tingkat kerentanannya masih sangat tinggi.
“Demi menjaga keselamatan tim dan relawan yang terlibat kami memutuskan untuk menyudahi peran kami di lokasi tersebut, dan lagi masih banyak petugas lain yang bisa menjalankan peran kami di sana, seperti tim pompa portabel yang didatangkan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah yang kini tengah bekerja keras menguras air banjir genangan di desa Mulyorejo.” Ujarnya.
TERPAKSA HENTIKAN POSKO RELAWAN : HINDARI RESIKO KONFLIK
Ia mengambil keputusan ini karena dirinya merupakan satu kesatuan dari tim posko tanggao darurat yang dibentuk oleh koordinator posko Saniya. “Ketika ada yang merusak sistem yang sudah kami bangun dan mengganggu konsentrasi dan kinerja kami maka kami memilih menghindari resiko yang lebih tinggi. Silahkan bagi yang merasa lebih mampu dari kami ambil alih posko ini… Lokasi, waktu dan tempat kami persilahkan.” Imbuhnya.
Sejauh ini Handono sudah berkoordinasi dan berpamitan dengan Kades setempat dan pihak Kades sudah memahami situasinya. “Kami sudah berkomunikasi sebelum pamitan disaksikan oleh Danramil setempat dan fine tidak ada yang kami rugikan atas kepergian kami dari lokasi itu.” Ujar Handono.

Handono juga mengapresiasi petugas BPBD Provinsi Jawa Tengah yang terus berkomitmen untuk menangani permasalahan genangan air banjir ini dengan truk pompa portabel. “Truk ini datang bukan akibat dari demo warga tirto, saya dengar sendiri dari petugasnya namanya pak Fajar, beliau bilang program ini sudah diatur oleh pemprov dan ga ada kaitannya sama demo. Jadi memang pemrov sudah menjadwalkan pada hari itu untuk kami ke sini dan kedepan masih ada 1 pekan lagi kita komitmen stay di Pekalongan sini.” Pungkasnya.
har
