PEKALONGAN, – Lintas Komunitas Peduli Pekalongan (LKPP) menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pekalongan untuk mempercepat pembangunan Ficus Nursery Center sebagai pusat pembibitan tanaman ficus guna mendukung pemulihan ekologi, konservasi lingkungan, serta mitigasi bencana di Kabupaten Pekalongan. Sinergi tersebut dibahas dalam silaturahmi yang digelar di Kantor Baznas Kabupaten Pekalongan, Kamis (2/7/2026).
Koordinator Umum LKPP sekaligus Ketua Duta Petani Milenial 2026–2028, Handono Warih, mengatakan pembangunan Ficus Nursery Center ditargetkan mulai beroperasi dan diresmikan pada awal 2027. Saat ini, pihaknya telah menyusun berbagai langkah strategis, termasuk menyiapkan kebutuhan pendanaan agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Walaupun ini merupakan kegiatan nirlaba, tetap membutuhkan biaya operasional. Karena itu sejak sekarang kami mulai membahas berbagai persiapan, termasuk penganggarannya,” kata Handono.
Ia menjelaskan, sejumlah sumber pembiayaan telah dipetakan, mulai dari iuran relawan, dukungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) yang bersumber dari APBD, donatur, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Selain itu, hasil pertemuan dengan Baznas membuka peluang dukungan pendanaan melalui dana zakat yang dapat dialokasikan pada program Pengurangan Risiko Bencana.
“Kabar baiknya, setelah berdiskusi dengan Baznas, insyaallah akan ada alokasi anggaran dari dana zakat yang memang peruntukannya untuk pencegahan dan mitigasi kebencanaan,” ujarnya.
Menurut Handono, upaya penghijauan menjadi langkah penting mengingat dampak kerusakan lingkungan dan bencana selama ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani. Sebagai peneliti di Duta Petani Milenial, pihaknya menilai degradasi ekologi berdampak besar terhadap produktivitas pertanian.
Karena itu, LKPP bersama berbagai elemen masyarakat berupaya mendorong perubahan melalui gerakan konservasi dan penghijauan. Ia menyebut program tersebut mendapat dukungan dari banyak pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
“Alhamdulillah tidak ada penolakan. Semua pihak bergotong royong, termasuk Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Plt Bupati Pekalongan, Bapak Sukirman, juga sudah beberapa kali bertemu dengan kami untuk membahas kajian-kajian ini,” ungkapnya.
Handono menambahkan, Ficus Nursery Center diharapkan menjadi pusat penyedia bibit ficus yang memanfaatkan potensi tanaman lokal Kabupaten Pekalongan, mulai dari kawasan Petungkriyono, Kajen hingga wilayah pesisir.
Ke depan, bibit ficus akan didistribusikan kepada masyarakat melalui program donasi penghijauan. LKPP juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta yang membutuhkan bibit ficus selama stok masih tersedia.
“Kami ingin terus mengembangkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga stabilitas ekologi melalui kerja sama dengan semua pihak. Mohon dukungan dari masyarakat Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Baznas Kabupaten Pekalongan KH. Muhtarom mengatakan pihaknya menyambut baik inisiatif LKPP yang mengedepankan aspek pelestarian lingkungan dan pengurangan risiko bencana.
Menurutnya, dalam pertemuan tersebut LKPP memperkenalkan profil organisasinya sekaligus menyampaikan permohonan dukungan terhadap program penghijauan yang sedang dikembangkan.
“Setelah kami pelajari, program penghijauan tersebut dapat masuk pada pos Pengurangan Risiko Bencana, sehingga berpeluang mendapatkan dukungan dari Baznas sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Muhtarom.
Ia menegaskan Baznas Kabupaten Pekalongan berkomitmen terus mendukung berbagai program kemasyarakatan selama memenuhi regulasi dan ketentuan pendayagunaan zakat yang ditetapkan Baznas Kabupaten, Baznas Provinsi, maupun Baznas RI.
“Jadi kami pastikan lagi kepada masyarakat, bahwa baznas akan selalu berupaya melayani masyarakat, dengan catatan program yang diajukan memang sesuai dari peraturan Baznas, baik di wilayah maupun baznas pusat,” pungkasnya.

