Legislator PKS Rela Berhujan-hujan Terjun ke Desa Silirejo yang Kebanjiran
Pekalongan, 17 Januari 2026 — Jumat malam (16/01/2025), hujan deras mengguyur Pekalongan. Sejumlah kawasan terendam banjir. Salah satunya, Desa Silirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Dikabarkan, 80 persen luas wilayah desa ini terendam banjir.
Di tengah guyuran hujan itu, salah seorang anggota legislatif Kabupaten Pekalongan rela berbasah-basah menemui warga. Sejak pukul 23.00 hingga 04.00 pagi, Dinda Aniva Nutkhi, anggota DPRD dari Fraksi PKS, mengunjungi Desa Silirejo. Di tengah hawa dingin ia menemui warga yang terdampak banjir. Setidaknya, untuk mengetahui keadaan masyarakat Desa Silirejo.
Tak cukup di situ, Dinda juga mengecek sumber permasalahan yang mengakibatkan banjir di desa tersebut. Didampingi Kepala Desa Silirejo, Cistoni, Dinda memeriksa kondisi saluran air. Tinjauan itu memberikan simpulan sementara, bahwa kondisi saluran air yang tersedia belum cukup optimal. Terlebih, untuk menanggulangi guyuran hujan dengan intensitas tinggi.
Padahal, sebagaimana diakui Kepala Desa Silirejo, Cistoni, penyudetan sungai Sengkarang sudah dilakukan tahun lalu (2025). Tak main-main, anggarannya pun cukup besar, yaitu sekitar Rp 200 juta. Anggaran itu diambil dari Dana Aspirasi Pokok Pikiran (Pokir) Dinda. Akan tetapi, dampaknya belum cukup optimal.
“Program sudet air ke Kali Sengkarang sudah dibangun tahun lalu, tetapi akses drainase dari desa masih belum maksimal. Kami masih terus mencari solusi agar ke depan Desa Silirejo tidak lagi terdampak banjir,” ujar Cistoni.
Menyaksikan hal itu, Dinda Aniva Nutkhi mengakui, bahwa penanggulangan masalah banjir tidak cukup dilakukan dengan satu program. Akan tetapi, membutuhkan program-program lain yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dana Pokir kisaran Rp 200 juta, dinilainya belum cukup memadai untuk menanggulangi masalah tersebut.
Ia juga menandaskan, penanganan masalah banjir juga terkait dengan upaya-upaya yang dilakukan di wilayah hulu dan hilir. Sehingga, tidak cukup hanya dengan menangani di salah satu kawasan.
Walau begitu, Dinda bertekad untuk mengupayakan agar permasalahan tersebut dapat tertangani. Terlebih, wilayah terdampak banjir ini merupakan Dapilnya.
Untuk alasan itu, ia secara intens berkoordinasi dengan anggota DPR RI dari PKS, Rizal Bawazier. Tentu, tujuannya untuk menyampaikan kondisi riil yang dihadapi masyarakat Desa Silirejo.
Khususnya, dalam menangani masalah banjir.
Mengakhiri kunjungannya, Dinda berpesan kepada seluruh masyarakat terdampak, agar terus menjaga semangat gotong royong. Menurutnya, semangat gotong royong inilah yang akan dapat membuat masyarakat saling menguatkan satu sama lain.
“Banjir tidak hanya berdampak bagi masyarakat yang mengalami. Akan tetapi, juga berdampak bagi masyarakat yang tidak mengalaminya. Maka, sangat dibutuhkan rasa empati dari semua pihak dan seluruh warga Pekalongan. Kita sama-sama merasakan dampaknya, kita sama-sama pelihara rasa kebersamaan. Jaga terus semangat gotong royong dan paseduluran dalam keadaan apapun. Insya Allah, kita semua bisa melewati masa-masa sulit ini dan membuahkan hasil yang baik,” pesan Dinda.
Drc

