ZIAN EX VOCALIST ZIGAZ PUJI DURIAN LOLONG PEKALONGAN, SEBUT TAK KALAH DENGAN MANCANEGARA

Pekalongan, 17 Januari 2026 – Zian (Yanuar Dwi Putra), penyanyi dan mantan vokalis grup band pop rock Zigaz asal Jakarta, berbagi pengalaman mengunjungi pemukiman durian Lolong di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Menurutnya, durian dari daerah tersebut sangat luar biasa dengan beragam jenisnya, bahkan tidak kalah dengan durian dari Malaysia dan Thailand.
Musim durian di Lolong berlangsung dari Desember hingga saat ini, dan Zian mengaku sudah sering datang ke lokasi tersebut setiap musimnya jika ada waktu luang. Awalnya ia menemukan tempat ini saat sedang dalam perjalanan dari Pekalongan menuju Wonosobo dan terkejut melihat banyaknya kios durian di sana. Ternyata, Lolong merupakan pusat durian di Kabupaten Pekalongan.
Sebelum sukses di dunia musik dengan merilis dua album bersama Zigaz yaitu Zigaz (2009) dan Kenanglah (2015), serta single-single hits seperti Tebar Pesona, Zian bahkan pernah menjadi pemain sepak bola profesional. Kini ia tetap aktif di industri hiburan sebagai musisi solo dan sering tampil di acara televisi, namun tetap menyempatkan waktu untuk mengejar hobinya yaitu menikmati durian.
“Kebetulan saya hobi-hobi banget mudah-mudahan sih hampir tiap season yang mudah-mudahan bisa kesini gitu selagi sempat waktunya kalau nggak sempat berarti tahun berikutnya,” ucap Zian yang juga pernah merilis single solo seperti Sayang Sih Sayang dan Untuk Indonesiaku Satu. Ia menambahkan, “Untungnya saya hobinya makan durian bukan hobi ke yang lain-lain gitu, jadi pinter-pinter milih hobi lah.”
Selain durian yang memukau, Zian juga menyebutkan keunikan budaya daerah Pekalongan yang tidak ada di daerah lain, yaitu “pocoan” yang ramai pada malam Jumat, berbeda dengan daerah lain yang biasanya ramai di akhir pekan atau bahkan menutup tempat hiburan pada malam Jumat seperti di Banjarmasin.
Zian sangat merekomendasikan Pekalongan sebagai destinasi wisata kuliner durian dan untuk merasakan keunikan budayanya. “Kalau nggak recommended, saya nggak balik lagi sini. Berapa kali saya balik sini,” ucapnya dengan semangat. Bahkan ia menyebutkan bahwa ada yang bilang Lolong juga menjadi tempat inspirasi, sesuai kata Bang Ebit yang disebut-sebut sebagai maestro legendaris dari daerah sana.
Tanggapan Pengelola Kebun Durian Sigarung, Masrur:
Wisatawan meningkat 2026 ini

Dalam wawancara, Masrur sebagai pengelola Kebun Durian Sigarung Desa Lolong menyampaikan bahwa antusias wisatawan dari berbagai kota, khususnya ibu kota, untuk berkunjung dan menikmati durian di lokasinya sangat tinggi.
“Alhamdulillah kalau tahun ini kita mengalami pelonjakan yang cukup signifikan ya, untuk pengunjung dari tahun kemarin ke tahun ini lebih banyak lagi,” ucapnya, meskipun mengakui kualitas durian di musim ini lumayan berkurang. Untuk mengatasinya, pihaknya memberikan garansi penggantian bagi pelanggan jika mendapatkan durian yang kurang enak akibat curah hujan yang terlalu tinggi.
Konsep bisnis di Kebun Durian Sigarung berbasis ekonomi kerakyatan, di mana durian yang dijual bersumber dari kebun petani sekitar di Desa Lolong dan kecamatan-kecamatan lain di sekitarnya. “Kita memberdayakan masyarakat yang punya durian, punya kebun durian, dijual di sini, kita tampung di sini,” jelas Masrur.
Ia juga mengkonfirmasi kedatangan Zian, yang sudah berkali-kali berkunjung. “Cukup terkesan ya kita. Alhamdulillah banget. Jadi kita itu dilirik dari kalangan artis juga dari Ibu Kota,” ujarnya.
Untuk varietas durian yang ditawarkan, selain lokal asli, kini juga ada jenis premium seperti Musangking, Duri Hitam, Bawor, Montong, dan Matahari. Harga durian lokal berkisar antara Rp50.000 hingga Rp100.000 per buah, sedangkan yang premium dihitung per kilo dengan harga lebih terjangkau dibandingkan di ibu kota.
“Untuk teman-teman dari luar kota, monggo ke sini. Kita akan sediakan durian-durian terbaik asli dari Desa Lolong,” pungkas Masrur sebagai ajakan untuk meningkatkan pariwisata di Kabupaten Pekalongan, dengan harapan dapat mengembangkan produk lebih kreatif ke depannya.
Drc

