Petisi Mahasiswa Universitas Terbuka Soroti Fleksibilitas Akademik, Pihak Kampus Sampaikan Tanggapan Resmi
InfoKota.Online, 3 Desember 2025, Jakarta – Gelombang aspirasi mahasiswa Universitas Terbuka (UT) mencuat melalui petisi daring yang menuntut peninjauan kembali sejumlah kebijakan terkait fleksibilitas akademik. Petisi yang diinisiasi oleh Satuan Mahasiswa Lintar Udara Universitas Terbuka (SAMUDRA UT) ini telah berhasil mengumpulkan lebih dari seribu tanda tangan, menyoroti isu-isu krusial seperti biaya perubahan jadwal ujian, durasi waktu diskusi tutorial online (Tuton), serta transparansi penilaian.
Dalam petisi tersebut, mahasiswa menyampaikan keberatan terkait biaya perubahan jadwal ujian sebesar Rp 150.000 per mata kuliah, yang dinilai bertentangan dengan prinsip fleksibilitas yang selama ini menjadi ciri khas UT. Mereka juga menuntut pengembalian batas waktu diskusi Tuton menjadi dua minggu, mengingat mayoritas mahasiswa UT adalah pekerja yang memiliki keterbatasan waktu. Selain itu, transparansi nilai ujian akhir semester (UAS) dengan rincian skor per poin juga menjadi tuntutan utama, guna memberikan umpan balik yang konstruktif bagi proses belajar mahasiswa.
Menanggapi aspirasi tersebut, Prof. Rahmat Budiman Ph. D, Wakil Rektor I Universitas Terbuka, memberikan pernyataan resmi. Melalui pesan singkat yang diterima InfoKota.Online, Prof. Rahmat Budiman menjelaskan bahwa pihak kampus telah menyampaikan penjelasan rinci melalui surat elektronik (e-mail) kepada seluruh mahasiswa. Selain itu, informasi terkait kebijakan Tuton selama masa bencana juga telah disosialisasikan melalui pop-up informasi yang muncul saat mahasiswa mengakses platform Tuton.
“Kami memahami sepenuhnya situasi yang dihadapi oleh mahasiswa, terutama dalam kondisi bencana. Universitas Terbuka telah beberapa kali menghadapi situasi serupa dan berupaya untuk memberikan solusi yang terbaik,” ujar Prof. Rahmat Budiman.
Pihak UT mengimbau kepada mahasiswa yang membutuhkan informasi lebih lanjut untuk menghubungi Humas UT melalui alamat e-mail dpk@ecampus.ut.ac.id.
Petisi ini mencerminkan dinamika aspirasi mahasiswa di era digital, di mana platform daring menjadi wadah untuk menyuarakan tuntutan dan mendorong perubahan kebijakan. Universitas Terbuka sebagai institusi pendidikan tinggi jarak jauh diharapkan dapat terus berdialog dengan mahasiswa guna menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.
Disisi lain, Stroberi (bukan nama sebenarnya) salah satu mahasiswa UT, menilai tanggapan tersebut hanya normatif saja. Saat ini mahasiswa benar-benar berharap sistem penilaian dan pola tugas online yang diberikan bisa lebih transparan dan proporsional.
Ia juga terus menyoroti sistem pindah jadwal ujian online yang berbayar. “Kasihan mahasiswa yang bekerja dan kurang fleksibel waktu kerjanya kalau pindah jadwal ujian online mesti bayar, semoga pihak akademik bisa lebih mengerti harapan dan kebutuhan mahasiswa sebagai konsumen pengguna layanan pendidikan UT.” Ujarnya.
Drc
Tentang InfoKota.Online:
InfoKota.Online adalah portal berita daring yang menyajikan informasi terkini dan relevan seputar isu-isu perkotaan, pendidikan, teknologi, dan gaya hidup. Kami berkomitmen untuk menyajikan berita yang akurat, berimbang, dan informatif bagi masyarakat luas.
Jurnalis juga seorang Konsultan Pertanian.
